Wali Kota Kupang, Christian Widodo, tancap gas dorong reformasi birokrasi. Ia minta ASN berhenti kerja reaktif. Fokus utama sekarang: bangun sistem kerja yang rapi, cepat, dan konsisten!

🚀 Target 30–40 Persen? Bagus, Tapi Belum Cukup!
BEBER FAKTA – Apel besar digelar di Kantor Wali Kota Kupang, Senin (30/3). Hadir lengkap jajaran ASN hingga pimpinan OPD.
Dalam arahannya, Wali Kota mengapresiasi capaian kinerja. Selama satu tahun lebih, progres sudah menyentuh 30–40 persen.
Namun, ia langsung memberi tekanan. Target itu dinilai belum cukup cepat.
“Kalau bisa 30–40 persen, itu bagus. Tapi harus dipercepat,” tegasnya.

⚠️ Stop Kerja Tambal Sulam, Saatnya Bangun Sistem!
Selanjutnya, ia menyoroti pola kerja ASN yang masih reaktif. Ia tidak ingin masalah diselesaikan satu per satu.
Sebaliknya, ia dorong semua jajaran membangun sistem kerja yang kuat.
Menurutnya, sistem yang baik bisa mencegah masalah sejak awal. Selain itu, pelayanan bisa berjalan otomatis tanpa harus diingatkan.
“Kota ini tidak butuh kita sibuk. Kota ini butuh kita bekerja benar,” tegasnya lagi.

📊 SKP Bukan Formalitas, Tapi Alat Ukur Kinerja!
Kemudian, ia menekankan pentingnya penggunaan SKP. Ia meminta ASN tidak lagi menganggap SKP sebagai sekadar administrasi.
Sebaliknya, SKP harus jadi panduan kerja. Target harus jelas. Evaluasi juga harus terukur.
“Gunakan SKP dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
🚫 ASN Dilarang Main Medsos Saat Jam Kerja!
Ini yang paling disorot! Wali Kota secara tegas melarang ASN bermain media sosial saat jam kerja.
Ia menilai kebiasaan itu bisa merusak pelayanan publik. Selain itu, citra birokrasi juga ikut turun.
“Saya tidak mau ada ASN main medsos saat jam kerja,” tegasnya.
Bahkan, pengawasan akan diperketat. Termasuk pemantauan aktivitas digital ASN. Pelanggaran akan langsung ditindak.
💰 TPP Aman, Tapi Kinerja Harus Naik!
Di sisi lain, ia juga menegaskan komitmen soal kesejahteraan ASN. Pembayaran TPP tetap berjalan tepat waktu.
Namun, ia memberi catatan penting. Hak harus seimbang dengan kinerja.
“TPP dibayar tepat waktu. Tapi kinerja juga harus meningkat,” ujarnya.
🤝 Pesan Penutup: Jangan Sekadar Sibuk, Harus Berdampak!
Di akhir arahannya, Wali Kota mengajak semua ASN bekerja dengan kesungguhan.
Ia menegaskan, yang dinilai bukan lama jabatan. Tapi seberapa besar dampak yang ditinggalkan.
“Yang diuji waktu adalah makna kehadiran kita,” pungkasnya. (Sumber: Siaran Pers Bag. Prokopim Setda Kota Kupang-Chris Dethan/Vip-BF)











