🔥Mahasiswa Undana Turun ke Pelosok! Buka Jalan Kuliah Siswa Amarasi Timur

Foto: undana.ac.id/Olahgrafis: Vico Patty-BF

Aksi nyata datang dari mahasiswa Undana! Mereka turun langsung ke pelosok Amarasi Timur demi satu misi: bikin siswa berani kuliah!

 

Gerakan Mahasiswa Tembus Pelosok NTT

BEBER FAKTA – Rendahnya angka partisipasi kuliah di pelosok NTT langsung memicu aksi cepat mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana).

Ketua BLM Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP), Marno Bunda, memimpin gerakan edukasi di SMAN 2 Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Sabtu (14/2/2026).

Langkah ini bukan sekadar kunjungan biasa. Sebaliknya, kegiatan ini menjadi gerakan moral untuk membangkitkan mimpi siswa agar berani melanjutkan pendidikan tinggi.

 

Bongkar Jalur Masuk Kampus, Siswa Auto Melek Informasi

Selanjutnya, Marno bersama tim langsung membedah jalur masuk perguruan tinggi negeri. Mereka menjelaskan SNBP (rapor), SNBT (tes), hingga jalur Mandiri secara detail dan mudah dipahami.

Selain itu, kegiatan ini menjawab masalah klasik di daerah pelosok, yaitu minimnya akses informasi pendidikan.

“Banyak siswa punya potensi besar, tetapi mereka ragu bermimpi karena keterbatasan informasi dan ekonomi,” tegas Marno.

Karena itu, tim hadir untuk membuka wawasan sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri siswa.

 

Tips Beasiswa Dibongkar, Peluang Kuliah Gratis Terbuka

Tidak berhenti di situ, tim mahasiswa juga langsung membagikan strategi tembus beasiswa.

Mereka mengenalkan program KIP-Kuliah serta berbagai peluang bantuan pendidikan lainnya.

Kemudian, mereka juga memperkenalkan program studi di FPKP Undana yang sesuai dengan potensi daerah Amarasi Timur, terutama di sektor peternakan dan kelautan.

Momentum ini semakin penting karena berlangsung saat masa pendaftaran SNBP 2026. Dengan begitu, siswa bisa langsung bergerak tanpa harus terkendala sinyal atau gadget.

 

Sekolah Apresiasi, Orang Tua Siap Dilibatkan

Di sisi lain, pihak sekolah menyambut hangat kegiatan ini.

Kepala SMAN 2 Amarasi Timur, Aloysius Klau Nahak, S.Pd., menilai kehadiran mahasiswa memberi motivasi nyata bagi siswa.

Menurutnya, penjelasan langsung jauh lebih efektif dibandingkan hanya membaca informasi dari brosur.

Karena itu, sekolah berharap kegiatan serupa juga melibatkan orang tua siswa agar dukungan keluarga semakin kuat.

 

Pendampingan Berlanjut, Siswa Tidak Ditinggal

Sebagai langkah lanjutan, Marno dan tim langsung membentuk grup pendampingan melalui media sosial.

Melalui cara ini, siswa akan terus dibimbing hingga proses pendaftaran kuliah selesai.

Dengan demikian, gerakan ini tidak berhenti di satu hari saja. Sebaliknya, mahasiswa Undana terus hadir sebagai solusi nyata bagi pemerataan pendidikan di NTT.

Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga menjadi agen perubahan di masyarakat. (Sumber: undana.ac.id/Ing/Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *