🔥Bos Intel TNI Mundur! Kasus Air Keras Aktivis KontraS Meledak

4 Prajurit Ditahan

Olahgrafis: Vico Patty-BF

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, makin panas. Kini, Kepala BAIS TNI Letjen Yudi Abrimantyo resmi mundur dari jabatannya. Publik pun bertanya: ada apa di baliknya?

 

⚡ Mundur di Tengah Tekanan Kasus

BEBER FAKTA – Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Letjen Yudi Abrimantyo, akhirnya melepas jabatannya. Keputusan ini muncul di tengah sorotan tajam kasus teror air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Pernyataan resmi datang dari Mabes TNI. Kapuspen TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah mengonfirmasi langsung pergantian jabatan tersebut di Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2026).

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” ujar Aulia.

Namun, saat ditanya apakah Yudi dicopot atau mundur sendiri, Aulia memilih irit bicara. Ia langsung meninggalkan awak media tanpa penjelasan detail.

 

🚨 4 Prajurit BAIS Ditahan

Sebelumnya, kasus ini sudah lebih dulu mengguncang internal TNI. Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menahan empat prajurit yang diduga terlibat dalam aksi penyiraman air keras tersebut.

Tak hanya itu, keempatnya ternyata berasal dari BAIS TNI. Fakta ini langsung memicu perhatian publik luas.

Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto mengungkapkan, penahanan dilakukan setelah pihaknya menerima para terduga dari Denma BAIS.

“Empat orang diduga tersangka melakukan penganiayaan terhadap saudara Andrie Yunus,” jelas Yusri.

Adapun empat prajurit tersebut berinisial:

  • Kapten NDP
  • Lettu SL
  • Lettu BHW
  • Serda ES

 

🔍 Motif Masih Dibongkar

Hingga kini, penyidik Puspom TNI masih mendalami motif di balik aksi brutal tersebut. Selain itu, kemungkinan keterlibatan pihak lain juga belum ditutup.

Kasus ini pun menjadi sorotan besar. Publik menunggu transparansi dan kejelasan dari proses hukum yang berjalan. (Vic-BF/Vip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *