EKBIS  

🔥BI NTT Diminta Dukung TBM dan Pemberdayaan Petani di Bello

TBM GADING TARUNA - Staf Bank Indonesia NTT saat dialog dengan Pengelolah TBM Gading Taruna Kupang Goris Takene Kamis 16-6-2026. TBM Gading Taruna merupakan satu-satunya TBM di Kota Kupang yang terintegrasi dengan Litarasi Pertanian dan Ekonomi. (Foto: Goe / Olahgrafis: Vico Patty-BF)

Gerak cepat datang dari Bello, Kota Kupang. Pengelola TBM minta dukungan langsung dari Bank Indonesia untuk dorong petani dan UMKM naik kelas.

 

📚 Literasi Jalan, Ekonomi Warga Ikut Naik

BEBER FAKTA — Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Gading Taruna Kupang, Goris Takene, langsung menyuarakan harapan besar. Ia meminta dukungan dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT agar program literasi bisa terhubung dengan sektor pertanian dan ekonomi warga.

Permintaan itu ia sampaikan saat Kepala Perwakilan BI NTT, Adidoyo Prakoso, mengunjungi Kapela Santo Agustinus Bello, Kamis sore.

“Kami berharap pihak BI dapat mendukung kegiatan literasi yang bersinergi dengan peningkatan kapasitas petani dan pelaku UMKM di Bello,” tegas Goris.

Selain itu, ia mendorong adanya bantuan fasilitas dan pendanaan. Tujuannya jelas: tingkatkan produktivitas petani sekaligus dorong usaha kecil warga agar lebih berkembang.

 

🌱 TBM Tak Sekadar Baca Buku

Goris menegaskan, TBM Gading Taruna bukan sekadar tempat membaca. Sebaliknya, TBM ini sudah berkembang menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, ia ingin program literasi berjalan beriringan dengan peningkatan keterampilan petani dan pelaku usaha.

Langkah ini dinilai penting. Apalagi, ekonomi berbasis komunitas bisa jadi solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan warga Bello.

 

🛒 “Lapak Tani” Jadi Senjata Ekonomi Warga

Di sisi lain, Goris juga memperkenalkan inovasi lokal: “lapak tani” atau etalase umat di depan kapela.

Setiap Minggu, warga memanfaatkan lapak ini untuk menjual hasil kebun, produk olahan, hingga berbagai usaha kecil.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk lebih produktif dan mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri,” jelasnya.

Tak hanya soal jualan, lapak ini juga jadi langkah konkret membangun ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi warga.

 

💬 Respons BI: Siap Kaji Dukungan

Menanggapi hal itu, Adidoyo Prakoso langsung memberi sinyal positif. Ia memastikan pihaknya akan mengecek peluang dukungan melalui program BI.

“Kami akan melihat program yang tersedia, terutama terkait pelatihan bagi petani,” ujarnya singkat.

 

🥬 Aksi Nyata: Borong Dagangan Warga

Menariknya, kunjungan tersebut tak berhenti di seremoni. Sebelum pulang, Adidoyo bersama rombongan langsung membeli sayur segar dari warga.

Bahkan, ia meminta stafnya memborong seluruh dagangan yang tersedia saat itu.

Langkah ini jadi bukti nyata dukungan langsung terhadap petani lokal di Bello. (Goe/Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *