Gagas Pajak Karbon + Aplikasi Canggih Pelacak Emisi

Foto: uncana.ac.id / Olahgrafis: Vico Patty-BF

Dua mahasiswa Undana bikin gebrakan! Mereka dorong pajak karbon sekaligus meluncurkan ide aplikasi pelacak emisi real-time yang siap ubah masa depan ekonomi hijau.

 

🚀 Mahasiswa Undana Tembus Level Global

BEBER FAKTA – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mencuri perhatian. Kali ini, dua mahasiswanya tampil dengan gagasan besar yang menyasar isu global: krisis iklim.

Adrianus Rivaldo Seda Makin dan Paulus Crystian Kapi tampil dalam Undana Talk Episode 6. Keduanya membahas pajak karbon dan inovasi “Carbon Track App” yang mereka kembangkan.

Menariknya, mereka bukan mahasiswa biasa. Rivaldo meraih Juara 1 National Debate Competition 2024. Sementara itu, Paul menyabet Best Project Innovation dalam ajang internasional di Thailand.

Karena itu, gagasan mereka langsung mendapat sorotan. Bahkan, ide ini dinilai relevan untuk masa depan ekonomi hijau Indonesia.

 

🌱 Pajak Karbon: Bukan Sekadar Aturan, Tapi Senjata Ekonomi

Rivaldo menegaskan bahwa pajak karbon bukan hanya soal lingkungan. Lebih dari itu, kebijakan ini bisa jadi mesin baru pendapatan negara.

Selain itu, pajak ini juga mendorong industri untuk beralih dari energi fosil ke energi terbarukan. Dengan begitu, emisi bisa ditekan secara signifikan.

Namun demikian, implementasinya belum maksimal. Saat ini, penerapan masih terbatas pada sektor PLTU batu bara.

Di sisi lain, tantangan juga datang dari rendahnya literasi masyarakat. Bahkan, sebagian industri masih menunjukkan resistensi.

Meski begitu, peluang pengembangannya tetap besar. Karena itu, kebijakan ini dinilai sangat strategis ke depan.

 

📱 Carbon Track App: Teknologi Canggih untuk Pantau Emisi

Sementara itu, Paul menghadirkan solusi konkret lewat inovasi digital. Ia memperkenalkan “Carbon Track App”, aplikasi berbasis teknologi Internet of Things (IoT).

Aplikasi ini mampu membaca emisi secara real-time. Artinya, perusahaan bisa langsung mengetahui jejak karbon mereka.

Lebih jauh lagi, aplikasi ini dirancang untuk menjangkau berbagai sektor. Mulai dari industri besar hingga UMKM.

Namun, pengembangan aplikasi ini tidak mudah. Dibutuhkan biaya besar serta dukungan teknologi yang kuat.

Karena itu, Paul mendorong kolaborasi antara investor, komunitas, dan pemerintah.

 

🔥 Anak Muda Jangan Cuma Nonton!

Selain membahas inovasi, keduanya juga menyoroti masalah klasik: minimnya data emisi di Indonesia.

Akibatnya, riset sering terhambat. Bahkan, kebijakan sulit dibuat secara akurat.

Karena itu, mereka mengajak generasi muda untuk lebih aktif. Bukan hanya jadi penonton, tetapi ikut ambil peran.

“Sekecil apa pun langkah kita, harus berdampak,” tegas Rivaldo.

 

🎓 Undana Dorong Mahasiswa Tembus Dunia

Di balik kesuksesan ini, peran kampus juga tidak bisa diabaikan. Undana активно mendukung mahasiswa melalui pembimbingan dan pendanaan.

Berkat dukungan itu, mahasiswa daerah mampu bersaing di level internasional.

Tak hanya itu, pencapaian ini juga memperkuat Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas.

Akhirnya, kolaborasi antara ilmu hukum dan ekonomi terbukti mampu melahirkan solusi nyata untuk krisis iklim. (Sumber: undana.ac.id/Ref/Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *