Siapa sangka festival lampion di tengah Kota Kupang bisa memicu ledakan ekonomi lokal. Dalam tiga hari saja, 70 UMKM kebanjiran pembeli dan transaksi hampir menyentuh Rp1 miliar.
Wali Kota Kupang bahkan langsung memberi sinyal kuat: festival seperti ini bisa digelar lebih sering.
Lampion Street Market Bikin Ekonomi Kupang “Panas”
BEBER FAKTA – Kupang Lampion Street Market resmi ditutup Minggu (8/3) di Jalan El-Tari.
Ribuan warga memadati kawasan depan Rumah Jabatan Gubernur NTT.

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo hadir langsung dalam penutupan festival tersebut.
Selain itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dan sejumlah tokoh daerah ikut hadir.
Namun yang paling mencuri perhatian adalah perputaran uang selama festival.
Menurut panitia, transaksi dalam dua hari pertama sudah hampir Rp500 juta.
Karena itu, total transaksi selama tiga hari diperkirakan mendekati Rp1 miliar.
70 UMKM Laris Manis, Booth Sampai Penuh
Ketua panitia dr. Andree Hartanto menjelaskan antusiasme pelaku usaha sangat tinggi.
Sebanyak 70 pelaku UMKM ikut meramaikan festival tersebut.
Semua booth langsung terisi penuh.
Bahkan beberapa pelaku usaha harus masuk daftar tunggu.
Artinya, minat pelaku usaha untuk bergabung sangat besar.
Wali Kota: Festival Ini Bisa Digelar Lebih Sering
Wali Kota Kupang melihat festival ini sebagai peluang besar.

Menurutnya, event seperti ini bisa menjadi mesin penggerak ekonomi lokal.
Karena itu, Pemkot membuka peluang festival serupa digelar lebih sering.
“Kalau memungkinkan, bisa dua kali setahun,” kata dr. Christian Widodo.
Festival kuliner bahkan bisa digelar pada momen lain, seperti Natal atau event budaya kota.
UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi Kupang
dr. Christian menegaskan ekonomi Kupang sangat bergantung pada sektor jasa dan perdagangan.
Karena itu, UMKM menjadi denyut nadi ekonomi kota.
Event seperti Lampion Street Market terbukti membantu pelaku usaha meningkatkan penjualan.
Selain itu, festival juga mempertemukan berbagai komunitas masyarakat.
Kupang Masuk 10 Kota Paling Toleran
Di sisi lain, dr. Christian juga menyampaikan kabar membanggakan.

Kota Kupang kini masuk 10 besar Indeks Kota Toleran di Indonesia.
Kota ini juga meraih penghargaan Cita Kota Damai dan Inklusif dari Menteri Dalam Negeri.
Menurutnya, keberagaman di Kupang justru menjadi kekuatan besar.
Wagub NTT: UMKM Kuasai 60% Ekonomi
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menegaskan peran UMKM sangat besar.
Ia menyebut sektor UMKM menyumbang sekitar 60 persen ekonomi daerah.
Karena itu, festival seperti ini sangat penting.
Selain menghidupkan ruang publik, festival juga meningkatkan konsumsi masyarakat. (Sumber: Siaran Pers Bag. Prokopim Setda kota Kupang – Chris Dethan/Vip-BF)











