🎯 Menaker ke Gen Z: Skill Lebih Penting dari Ijazah, Siap Hadapi Era AI?

Yassierli-Menteri Ketenagakerjaan (Foto:Istimewa)
Dunia kerja berubah super cepat. Menteri Ketenagakerjaan mengingatkan generasi muda agar tidak hanya mengejar ijazah, tetapi juga terus mengasah keterampilan supaya tetap dibutuhkan industri.

BEBER FAKTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak generasi muda Indonesia untuk terus upgrade skill agar mampu bersaing di era kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, dan otomatisasi. Menurutnya, perusahaan kini lebih mencari kemampuan nyata dibanding sekadar latar belakang pendidikan.

🚀 “Skill, Not School” Jadi Pesan Utama

Saat menghadiri peluncuran program XLSMART Future Ready di Jakarta, Kamis (2/7/2026), Yassierli menegaskan bahwa dunia kerja masa depan membutuhkan tenaga kerja yang terus belajar dan beradaptasi.

“Stay relevan dan terus upgrade skill Anda karena dunia kerja masa depan mencari skill, not school,” tegas Yassierli.

Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk tidak berhenti belajar agar mampu menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat.

🤖 AI dan Digitalisasi Ubah Peta Dunia Kerja

Menurut Yassierli, perkembangan **Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan teknologi digital akan terus mengubah kebutuhan industri. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi harus berlangsung secara berkelanjutan.

“No one left behind. Jangan sampai disrupsi AI dan otomatisasi membuat anak bangsa kehilangan kesempatan karena tidak memiliki akses untuk meningkatkan keterampilannya,” ujarnya.

Selain itu, Kemenaker terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar masyarakat memiliki akses pelatihan yang lebih luas.

🤝 Kemnaker Gandeng XLSMART Cetak SDM Siap Kerja

Sebagai langkah nyata, Kemnaker melalui Ditjen Binalavotas menandatangani kerja sama dengan XLSMART Future Ready. Program ini akan memanfaatkan BBPVP dan BPVP sebagai pusat pelatihan berbasis kebutuhan industri.

Peserta nantinya mendapat pelatihan IoT, sertifikasi kompetensi, pemagangan, hingga peluang rekrutmen kerja.

“Yang terpenting, kita sama-sama peduli dan melakukan aksi nyata untuk meningkatkan kompetensi anak bangsa,” kata Yassierli.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *