KUPANG, beberfakta.web.id — Semangat Hari Pahlawan 10 November tahun ini terasa berbeda di Kelurahan Nunbaun Sabu, Kecamatan Alak. Lapangan A.D. Riwu Kore menjadi saksi lahirnya ratusan bibit pesepakbola muda dalam ajang Open Turnament SAGA Cup 1 Tahun 2025, yang digelar khusus untuk kelompok usia 10 tahun (U-10) dan 12 tahun (U-12).

urnamen yang diikuti 33 tim —terdiri dari 16 tim U-10 dan 17 tim U-12— ini diselenggarakan oleh Karang Taruna Kelurahan Nunbaun Sabu dan disponsori oleh Yafet J. Horo, Anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi Golkar, Dapil Alak. Nama “SAGA” sendiri merupakan singkatan dari “Saya Anak Golkar Alak”, yang mencerminkan semangat kebersamaan dan dukungan bagi generasi muda di wilayah itu.
Menanamkan Semangat Sejak Dini
Dalam sambutan pembukaannya, Yafet Horo menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang mencari pemenang, melainkan wadah pembinaan bagi anak-anak sejak dini.
“Ini penting bagi pengembangan potensi anak-anak kita, mereka mau menjiwai kegiatan olahraga lewat sepak bola,” ujar Yafet Horo saat membuka turnamen.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini menjadi sarana untuk mengembangkan potensi diri, kreativitas, solidaritas, dan prestasi anak-anak. Lebih dari itu, Yafet menegaskan bahwa SAGA Cup akan menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan.
“Kegiatan ini akan berkesinambungan dan berlanjut setiap tahun. Dan saya percaya bahwa ini adalah wadah untuk meningkatkan kompetensi anak dalam bidang olahraga,” tambahnya.
Bukan Sekadar Pertandingan Sepak Bola
Sementara itu, Walikota Kupang dr. Christian Widodo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Camat Alak, Adi Palli, menegaskan bahwa turnamen ini membawa nilai lebih dari sekadar olahraga.
“Kegiatan sepak bola mini U-10 dan U-12 bukan sekadar pertandingan sepak bola, tetapi merupakan wadah pembinaan pendidikan, pendidikan karakter, dan pembentukan semangat sportivitas sejak dini,” ungkapnya.
Menurut Walikota, turnamen seperti ini tidak hanya melatih anak menjadi pemain bola yang terampil, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, kerja keras, disiplin, dan pantang menyerah.
“Nilai-nilai ini yang akan menjadi bekal anak-anak kelak dalam menghadapi kehidupan,” tegasnya.
Ketika Olahraga Menjadi Penggerak Ekonomi
Menariknya, SAGA Cup 1 tahun ini tidak hanya memacu semangat olahraga, tetapi juga menggeliatkan ekonomi lokal. Di area turnamen, Yafet Horo menyediakan tenda-tenda khusus bagi pelaku UMKM untuk membuka lapak usaha.

“Selain sepakbola, saya juga ingin UMKM di Kecamatan Alak, khususnya di NBS, dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan pendapatan dengan membuka lapak-lapak usahanya di tempat yang sudah saya siapkan,” jelas Yafet.
Langkah ini mendapat apresiasi dari Wali Kota Kupang. Melalui sambutan yang disampaikan Camat Alak, ia menilai bahwa kegiatan seperti SAGA Cup mencerminkan semangat “sport tourism and local economy empowerment” — perpaduan antara olahraga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Inilah bentuk nyata semangat wisata olahraga dengan meningkatkan ekonomi lokal, ketika olahraga menjadi penggerak ekonomi rakyat,” ujar Walikota Christian Widodo.
Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, mendorong agar setiap kegiatan, sekecil apapun, mampu memberi multiplier effect bagi masyarakat dengan melibatkan pelaku usaha lokal.
“Pembangunan Kota Kupang harus selalu berakar dari rakyat dan untuk rakyat,” tegasnya.
Antusiasme dan Harapan
Dengan berlangsungnya SAGA Cup 1 dari 12 hingga 25 November 2025, Lapangan A.D. Riwu Kore kini menjadi pusat semangat sportivitas dan kreativitas anak-anak muda Alak. Sorak penonton, tenda-tenda UMKM, dan gemuruh suara peluit menjadi bukti bahwa sepak bola bukan hanya tentang mencetak gol — tetapi juga tentang membangun karakter, solidaritas, dan ekonomi rakyat.
Bagi Yafet J. Horo, inilah cara sederhana namun nyata untuk menghidupkan semangat gotong royong dan memberdayakan masyarakat melalui olahraga. Sebuah langkah kecil yang memadukan energi anak-anak, semangat wirausaha lokal, dan nilai perjuangan Hari Pahlawan dalam satu lapangan yang sama. (Tim-BF/Vico/Niw)











