Wali Kota Kupang Pastikan Negara Hadir bagi 19 KK Korban Puting Beliung

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bergerak cepat meninjau lokasi bencana angin puting beliung di Kelurahan Manutapen. Kunjungan berlangsung kurang dari 24 jam setelah bencana terjadi.
KURANG DARI 24 JAM - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bergerak cepat meninjau lokasi bencana angin puting beliung di Kelurahan Manutapen. Kunjungan berlangsung kurang dari 24 jam setelah bencana terjadi. (Foto: Ist.)

KOTA KUPANG, beberfakta.web.id — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bergerak cepat meninjau lokasi bencana angin puting beliung di Kelurahan Manutapen. Kunjungan berlangsung kurang dari 24 jam setelah bencana terjadi. Peristiwa tersebut melanda RT 13, 14, dan 16 pada Sabtu dini hari, 17 Januari 2026, sekitar pukul 01.00 Wita.

ROBOH – Salah satu rumah warga yang roboh akibat angin puting beliung yang melanda wilayah Manutapen. (Foto: Ist.)

Bencana angin kencang itu berdampak pada 19 kepala keluarga. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat hingga ringan. Selain kerusakan fisik, warga juga menghadapi trauma akibat kejadian mendadak tersebut.

Wali Kota Kupang datang bersama jajaran Pemerintah Kota Kupang. Turut hadir BPBD Kota Kupang, Tagana, serta perangkat kelurahan. Kehadiran ini bertujuan memastikan penanganan awal berjalan cepat dan tepat sasaran.

Setibanya di lokasi, Wali Kota menyapa warga satu per satu. Ia menanyakan kondisi kesehatan korban. Selain itu, ia memastikan kebutuhan mendesak warga segera terpenuhi. Langkah ini dilakukan untuk memberi rasa aman dan dukungan moril.

“Kami datang untuk membantu warga yang tertimpa bencana. Sebagai pemimpin, saya harus hadir lebih dulu untuk melihat kondisi langsung,” ujar dr. Christian Widodo.

Bantuan Darurat dan Program Bedah Rumah

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Kupang menyalurkan bantuan darurat. Bantuan meliputi sembako, selimut, terpal, dan kebutuhan dasar lainnya. Bantuan ini difokuskan untuk meringankan beban warga pada masa tanggap darurat.

Selain itu, Wali Kota menyampaikan komitmen pemerintah terkait program bedah rumah. Program tersebut disiapkan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Dari 19 kepala keluarga terdampak, beberapa rumah akan diusulkan masuk program tersebut.

“Kami membawa bantuan darurat hari ini. Selain itu, pemerintah memiliki program bedah rumah. Rumah yang rusak berat akan kami upayakan masuk program,” jelasnya.

Kehadiran Pemimpin Redakan Trauma Warga

Kehadiran Wali Kota membawa ketenangan bagi warga. Yopel Misa, warga RT 13, menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah. Dua rumah miliknya roboh akibat angin kencang.

“Kejadiannya sangat menakutkan. Namun, kehadiran bapak Wali membuat kami lebih tenang,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Agustinus Bulu Kalli, warga RT 14. Seluruh atap rumahnya terlepas akibat terpaan angin. Ia dan keluarganya terpaksa bertahan tanpa pelindung.

“Kami sangat takut. Anginnya kencang sekali. Saya sempat mengira ini seperti bencana Seroja,” ungkapnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diterima. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu di tengah kondisi sulit.

Respons cepat pemerintah daerah menunjukkan pentingnya kehadiran negara saat bencana. Kecepatan, empati, dan koordinasi menjadi kunci pelayanan publik yang efektif bagi warga terdampak. (*/Tim-BF/Vip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *