Tenun ikat tak lagi sekadar warisan budaya. Di tangan mahasiswa Undana, wastra khas NTT kini berubah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi.
BEBER FAKTA – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mencuri perhatian. Melalui Program Studi Teknik Pembuatan Tenun Ikat (PTI), kampus ini menggelar Pameran Produk Inovasi Warisan Nusantara (Wastra) NTT “Jalinan Nusa” di Kota Kupang, Kamis (18/6/2026).
Pameran tersebut menampilkan puluhan karya mahasiswa yang menggabungkan tenun ikat, tenun buna, dan tenun sotis dari 22 kabupaten/kota di NTT. Selain itu, pengunjung juga menikmati demonstrasi menenun, fashion show, hingga pertunjukan monolog yang mengangkat kecintaan terhadap budaya lokal.
🧵 Satu-Satunya Prodi Tenun Ikat di Indonesia
Dekan Fakultas Sains dan Teknik Undana, Prof. Philiphi de Rozari, menegaskan bahwa Prodi PTI merupakan satu-satunya program studi sejenis di Indonesia.
Menurutnya, tenun tidak lagi dipelajari sebatas keterampilan tradisional. Sebaliknya, mahasiswa juga mempelajari berbagai aspek modern yang mendukung industri kreatif.
Prof. Philiphi de Rozari – “Ketika mempelajari tenun, kita juga membedah filosofi, aspek geometri, ergonomi keselamatan kerja, matematika, pengemasan produk, manajemen rantai pasok, tren pasar global, hingga sosiologi pariwisata”
🌍 Siap Go Internasional Lewat Summer School
Tak berhenti di tingkat lokal, Undana juga menyiapkan program Summer School Tenun Ikat untuk peserta dari luar daerah dan luar negeri.
Melalui program ini, peserta akan belajar langsung seluruh proses pembuatan tenun, mulai dari pemilihan benang, pewarna alami berbasis tumbuhan, hingga menghasilkan kain tenun siap pakai.
Karena itu, Undana ingin membawa tenun NTT lebih dikenal di pasar global.
🏆 Berprestasi Meski Fasilitas Terbatas
Koordinator Prodi PTI, Ariency Kale Ada Manu, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan hasil kolaborasi berbagai mata kuliah, mulai dari desain produk hingga manajemen pameran.
Meski tergolong prodi baru, mahasiswa PTI mampu menunjukkan prestasi membanggakan.
Baca juga: Deadline! Undana Tegas Mahasiswa 14 Semester Terancam DO
“Mahasiswa PTI berhasil meraih Juara II dalam lomba fashion show yang diselenggarakan Bank Indonesia,” ungkap Ariency.
💡 Tiga Misi Besar untuk Tenun NTT
Ketua Panitia, Sariwati Nulima, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar memenuhi tugas akademik.
Sebaliknya, kegiatan tersebut mengusung tiga misi utama, yaitu melestarikan motif asli tenun, mendigitalisasi pola dan pemasaran, serta mempromosikan produk turunan tenun agar mampu bersaing di pasar modern.
🚀 Dari Warisan Leluhur Jadi Peluang Bisnis
Selama ini, banyak anak muda menganggap tenun sebagai produk mahal dan hanya cocok untuk acara adat. Namun kini, paradigma itu mulai berubah.
Melalui pendekatan sains, desain digital, dan manajemen industri, mahasiswa Undana berhasil mengubah tenun menjadi produk fashion modern, aksesori kekinian, hingga komoditas kreatif yang diminati pasar.
Langkah ini bukan hanya menyelamatkan warisan budaya NTT, tetapi juga melahirkan generasi technopreneur muda yang siap menggerakkan ekonomi daerah tanpa kehilangan identitas lokal. (Sumber: Humas Undana – Ref / Vip – BF)











