Undana Kucurkan Rp1,2 Miliar Terjunkan Akademisi demi Bebaskan Sumba Timur dari Stunting

Foto: Istimewa
Universitas Nusa Cendana (Undana) menerjunkan puluhan akademisi dan menyalurkan anggaran Rp1,2 miliar demi memutus mata rantai stunting serta kemiskinan di Kecamatan Pahunga Lodu, Sumba Timur. Langkah nyata ini menjadi secercah harapan bagi masyarakat lokal yang terus berjuang di tengah keterbatasan potensi dan tantangan ekonomi.

BEBER FAKTA— Terik matahari di Pahunga Lodu tidak menyurutkan langkah para akademisi Kampus Undana untuk hadir langsung di tengah warga. Di balik indahnya bentangan alam Sumba Timur, bayang-bayang kemiskinan dan angka stunting yang menyentuh 26 persen masih menjadi kenyataan pahit yang harus dihadapi ribuan keluarga setiap hari.

🌾 Menjawab Jeritan Warga dari Tapak Lahan Sumba

Kecamatan Pahunga Lodu sebenarnya menyimpan kelimpahan potensi lokal yang sangat luar biasa. Sektor pertanian, peternakan, hingga pembudidayaan rumput laut tumbuh subur di wilayah pesisir ini. Namun, ironi besar tetap menyelimuti kehidupan warga karena persoalan stunting dan himpitan ekonomi masih membelenggu tumbuh kembang anak-anak mereka.

💡 Kolaborasi Nyata Demi Solusi Tepat Sasaran

Melihat kondisi rill tersebut, Universitas Nusa Cendana meluncurkan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak Tahun 2026 pada Senin, 27 Juli 2026. Program ini tidak dirancang dari balik meja akademis semata, melainkan dirumuskan langsung berdasarkan intervensi keilmuan yang presisi. Pendekatan kolaboratif diprioritaskan agar seluruh bantuan tepat sasaran sesuai kebutuhan mendesak warga setempat.

📜 Belanja Masalah untuk Aksi Strategis Kampus

Isu-isu strategis yang digarap para akademisi merupakan hasil dari proses belanja masalah bersama Pemerintah Kabupaten Sumba Timur. Kampus memahami bahwa persoalan kompleks di lapangan membutuhkan penanganan komprehensif serta dukungan finansial yang tidak sedikit. Dukungan dana lebih dari Rp1,2 miliar pun disiapkan secara khusus untuk menopang seluruh rangkaian riset dan intervensi sosial ini.

🔬 Puluhan Pakar Lintas Disiplin Turun ke Lapangan

Mewakili Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si menegaskan komitmen penuh kampus. “Dukungan pendanaan Rp 1,2 miliar ini menopang kerja lapangan puluhan tim akademisi serta pelaksanaan 18 judul penelitian dosen Undana yang seluruh lokasinya dipusatkan di Kabupaten Sumba Timur,” jelas Prof. Annytha.

🤝 Sinergi Empat Guru Besar dan Mahasiswa

Gerakan sosial ini diperkuat oleh deretan pakar dari beragam disiplin ilmu keagamaan dan sains. Ketua Panitia PKM sekaligus Person in Charge (PIC), Dr. Andreas Umbu Roga, S.Pd., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan empat guru besar beserta 47 tim dosen dan mahasiswa. Terhitung sejak 27 hingga 30 Juli 2026, mereka menyisir tujuh desa pusat pengabdian, yakni Desa Kaliuda, Mburu Kulu, Tana Manang, Tamma, Lambakara, Palanggai, dan Pamburu.

📢 Asa Baru Tercipta untuk Masyarakat Lokal

Kehadiran tim ahli di tengah pemukiman warga membawa angin segar bagi pengembangan kapasitas potensi lokal. “Kami berharap seluruh program yang dilaksanakan mampu memperkuat kapasitas masyarakat, mengembangkan potensi lokal serta mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Sumba Timur,” ujar Dr. Andreas menegaskan komitmen pengabdian kampus.

🏛️ Pemkab Sumba Timur Sambut Langkah Ilmiah

Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menyambut hangat serta mendukung penuh intervensi akademis komprehensif ini. Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, S.T., M.T., berharap analisis mendalam dari tim peneliti Undana mampu melahirkan pemetaan masalah yang akurat di tingkat tapak. Pemetaan ilmiah tersebut nantinya dijadikan pijakan utama Pemkab dalam merumuskan serta mengeksekusi berbagai kebijakan prioritas pembangunan daerah.

🎯 Kebijakan Masa Depan Berbasis Data Presisi

“Kami berharap hasil pengabdian ini dapat menjadi pedoman bagi pemerintah dalam menetapkan kebijakan dan program prioritas ke depan, terutama sebagai rujukan pembangunan di Kecamatan Pahunga Lodu,” pungkas Bupati Sumba Timur. Sinergi antara dunia akademis dan pemerintah daerah ini menjadi tonggak penting dalam menciptakan perubahan sosial yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.

🌟 Menatap Esok yang Lebih Cerah di Pahunga Lodu

Melalui alokasi dana riset yang memadai dan dedikasi tinggi para akademisi lintas bidang, Undana optimistis dapat mengurai benang kusut stunting dan kemiskinan di Sumba Timur. Langkah pengabdian bertema *Mewujudkan World Class Locally Relevant University* ini membuktikan bahwa pendidikan tinggi hadir bukan sekadar menara gading, melainkan sebagai penerang masa depan masyarakat.(*Sumber: Humas Undana-Iyl/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *