TNI Kerahkan Hercules dan KRI Bantu Korban Gempa NTT

Brigjen TNI Muhammad Nas-Kepala Pusat Penerangan TNI (Foto: Istimewa)
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). TNI mengerahkan prajurit, Hercules, dan KRI untuk membantu penanganan korban.

BEBER FAKTA—TNI mengerahkan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) ke wilayah terdampak gempa. Langkah ini bertujuan mempercepat distribusi bantuan, mobilisasi personel, serta pengiriman logistik.

🚨 Hercules dan KRI Disiapkan

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan, TNI menyiapkan Hercules dan KRI untuk mendukung penanganan bencana.

“TNI mengerahkan Hercules dan KRI untuk membantu penanganan bencana serta mendukung kebutuhan masyarakat terdampak,” kata Nas.

Pernyataan itu disampaikan dalam siaran pers Puspen TNI dan dikutip Sabtu (15/8/2026). Nas mengatakan Hercules dan KRI akan digunakan sesuai kebutuhan di lokasi bencana. Penggunaannya juga menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan.

🪖 Personel TNI Dikerahkan

TNI mengerahkan personel dari sejumlah satuan di wilayah terdampak. Mereka berasal dari Kodim 1603/Sikka, Kodim 1612/Manggarai, dan Kodim 1602/Ende. Selain itu, personel berasal dari Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/WM dan Lanal Maumere.

TNI juga berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk mempercepat penanganan bencana.

🤝 Koordinasi Penanganan Bencana

TNI berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, BPBD, Basarnas, Polri, serta instansi terkait lainnya.

“TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, BPBD, Basarnas, Polri, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terpadu,” kata Nas.

Menurut Nas, personel TNI tetap disiagakan untuk memberikan bantuan lanjutan. Bantuan akan menyesuaikan perkembangan kondisi di wilayah terdampak.

🕯️ 17 Orang Dilaporkan Tewas

Sebelumnya, sebanyak 17 orang dilaporkan tewas akibat gempa magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai Timur.

Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur Iptu Ahmad Zacky Shodri mengatakan, korban berasal dari empat kecamatan. Keempatnya yakni Borong, Lamba Leda Utara, Lamba Leda, dan Sambi Rampas.

Zacky menegaskan jumlah tersebut masih menjadi data sementara. Polisi masih melakukan pendataan dan identifikasi terhadap sejumlah korban.

“Pendataan masih berlangsung. Beberapa korban juga masih diidentifikasi identitasnya,” kata Zacky.

Selain korban meninggal, gempa juga menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka. Polisi bersama instansi terkait masih mendata korban dan dampak kerusakan akibat gempa.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *