RS Lapangan Disiapkan untuk Pasien Terdampak Gempa NTT

Foto: Istimewa
Pemerintah menyiapkan rumah sakit (RS) lapangan untuk menangani pasien terdampak gempa magnitudo 7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini dilakukan karena kapasitas Rumah Sakit Manggarai belum memadai.

BEBER FAKTA—Pemerintah menilai RS lapangan diperlukan untuk memperkuat layanan kesehatan bagi korban gempa. Sejumlah pasien saat ini masih menjalani perawatan di tenda.

🏥 RS Manggarai Belum Mampu Tampung Pasien

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan kondisi tersebut saat meninjau calon lokasi RS lapangan.

Peninjauan berlangsung di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Minggu (16/8/2026).

Menurut Pratikno, pemerintah telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan untuk menyiapkan RS lapangan.

“Karena kondisi Rumah Sakit Manggarai kurang memadai, sangat tidak memadai, dan tadi punya tenda-tenda ya, pasien berada di tenda-tenda, jadi kita sudah berkoordinasi dengan Pak Menteri Kesehatan untuk dibuka rumah sakit lapangan.”

📍 Stadion Golo Dukal Jadi Salah Satu Alternatif

Pratikno menyebut RS lapangan membutuhkan lahan yang cukup luas. Pemerintah kemudian meninjau lapangan bola di Stadion Golo Dukal sebagai salah satu alternatif lokasi.

“Jadi ini menjadi salah satu alternatif ya untuk lokasi Rumah Sakit Lapangan, karena ini butuh lahan yang cukup luas.”

Ia menyebut pasien dari Kecamatan Reo juga banyak mendapat perawatan di Manggarai. Kecamatan tersebut termasuk wilayah yang paling terdampak gempa.

Pratikno mengatakan pemerintah akan segera berkoordinasi kembali dengan Menteri Kesehatan terkait lokasi tersebut.

“Itu nanti kita koordinasikan dengan Pak Menkes, jadi ini tadi kita sudah menjajaki itu, dan kemudian kita lihat lokasinya, tentu saja secepat-cepatnya.”

🚑 Layanan Kesehatan Pengungsi Jadi Prioritas

Selain layanan kesehatan, pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Kebutuhan tersebut mencakup warga yang menjalani perawatan dan masyarakat di pengungsian.

Pratikno mengatakan penyaluran bantuan kebutuhan pokok juga telah berjalan.
Sebanyak 50 ribu paket sembako bantuan Presiden telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo.

“Di daerah itu juga Pak Presiden memberikan tambahan bantuan 50 ribu paket sembako, dan beliau perintahkan kepada kita untuk berbagi tugas ke beberapa daerah.”

Pratikno menegaskan pemerintah akan memprioritaskan penyelamatan warga dan layanan kesehatan.

“Menyelamatkan warga, memberikan layanan kesehatan kepada warga adalah tanggung jawab kemanusiaan yang pertama harus kita lakukan.”(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *