Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng, meminta pejabat menjaga kompas moral. Ia juga meminta mereka memiliki kepekaan terhadap penderitaan sesama saat menjalankan amanah.
BEBER FAKTA—Pesan itu disampaikan Prof. Jefri saat melantik 28 pejabat administrator, pengawas, dan fungsional. Pelantikan berlangsung di Aula Rektorat Undana, Selasa (4/8/2026).
👥 28 Pejabat Resmi Dilantik
Sebanyak 28 pejabat tersebut terdiri dari satu Wakil Dekan, tiga Kepala Bagian Umum, dan tiga Kepala Subbagian Umum.
Selain itu, terdapat 21 pejabat fungsional. Jabatan tersebut mencakup Pranata Laboratorium, Pranata Humas, Analis SDM, Analis Anggaran, Arsiparis, dan Pustakawan.
Dalam pelantikan itu, Prof. Jefri menekankan makna jabatan sebagai amanah. Menurutnya, jabatan bukan sekadar kewenangan atau kekuasaan.
🧭 Jabatan Harus Disertai Empati
Prof. Jefri mengatakan pemimpin perlu mampu merasakan penderitaan orang lain. Ia mengutip filsuf Rusia, Leo Tolstoy, untuk menjelaskan pentingnya empati.
“If you feel pain, you are alive. If you feel other people’s pain, you are a human being. Jika Anda merasakan penderitaan maka Anda hidup. Jika Anda dapat merasakan penderitaan orang lain maka Anda adalah manusia,” ujar Prof. Jefri.
Ia mengatakan setiap orang dapat mengalami kelelahan, kegagalan, beban tanggung jawab, dan kesalahan.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bagian dari proses kehidupan. Karena itu, pejabat tidak perlu takut menghadapi beban jabatan.
“Pesan saya, Bapak Ibu tidak perlu takut dengan beban jabatan yang diterima. Sebab bisa menandakan bahwa Bapak Ibu benar-benar menjalankan amanah, bukan sekadar menyandang gelar atau jabatan yang diterima,” pinta Prof. Jefri.
🤝 Pejabat Diminta Mengurus Manusia
Prof. Jefri juga membedakan pejabat dengan pemimpin. Ia menilai pejabat mengurus struktur, sedangkan pemimpin mengurus manusia di dalamnya.
“Di sinilah letak perbedaan antara pejabat dan pemimpin. Pejabat mengurus struktur, pemimpin mengurus manusia di dalam struktur itu. Kekuasaan tanpa empati hanya akan melahirkan sistem yang efisien, tetapi tidak manusiawi,” tandas Prof. Jefri.
Ia kemudian mengutip ajaran Ki Hajar Dewantara dan pesan Albert Einstein mengenai kepedulian.
Prof. Jefri juga memberi perhatian kepada pejabat administratif dan tenaga kependidikan. Menurutnya, mereka menjadi bagian penting dalam pelayanan universitas.
Ia mengutip pesan Bunda Teresa tentang pentingnya melakukan pekerjaan dengan cinta.
“Tidak semua dari kita dapat melakukan hal-hal besar, tetapi kita semua dapat melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar,” ujar Prof. Jefri.
Ia menilai setiap layanan yang diberikan dengan tulus menjadi wajah pertama Undana bagi masyarakat.
🙏 Ajaran Agama Jadi Kompas Moral
Prof. Jefri juga mengingatkan dua ajaran agama sebagai kompas moral dalam menjalankan amanah.
Ia menyebut konsep itsar dalam ajaran Islam dan pentingnya perbuatan dalam ajaran Kristiani.
“Dalam ajaran dan tradisi Islam ada konsep itsar, mendahulukan kepentingan orang lain meskipun kita sendiri sedang bertugas. Dalam ajaran Kristiani, iman tanpa perbuatan maka pada hakikatnya mati,” ungkap Prof. Jefri.
Menurutnya, kedua nilai tersebut perlu menjadi dasar dalam pelayanan di Undana.
🏛️ Undana Disebut Sebagai Public Good
Prof. Jefri menegaskan posisi Undana sebagai perguruan tinggi yang menjadi milik masyarakat.
“Kita sekarang ini bukan private good lagi, kita ini public good. Sudah menjadi milik dari masyarakat. Jadi harus terima konsekuensinya bahwa apa pun yang kita lakukan itu akan diperhatikan oleh masyarakat, khususnya Nusa Tenggara Timur,” katanya.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran menerima kritik dan masukan masyarakat.
Prof. Jefri meminta hal yang belum baik diperbaiki. Sementara itu, pelayanan yang sudah baik harus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Lepas dari benar atau salah kita, inilah momentum kita untuk melakukan refleksi agar pelayanan kita di Undana itu makin lebih baik,” pungkasnya.
Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung visi Undana menjadi World Class – Locally Relevant University.
(Sumber: Humas Undana-Ref/Red.01-BF)











