OTT KPK Diduga Bocor! Bupati Langkat Sempat Putar Balik, Komisi Antirasuah Langsung Evaluasi

Foto : Istimewa
Info OTT KPK diduga bocor sebelum penangkapan. Bupati Langkat bahkan disebut sempat berbalik arah setelah mendapat kabar tim KPK sudah berada di lokasi.

BEBER FAKTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga ada kebocoran informasi dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Langkat dan Kuantan Singingi (Kuansing). Kini, lembaga antirasuah itu langsung melakukan evaluasi agar operasi serupa tidak kembali terendus.

🚨 KPK Soroti Dugaan Kebocoran OTT

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menjelaskan kebocoran informasi diduga berasal dari pihak yang dimintai klarifikasi sebelum operasi berlangsung.

“Mungkin orang-orang yang diminta klarifikasi itu memberikan informasi, baik ke media atau pihak lain,” kata Achmad dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jumat (3/7/2026).

Selain itu, ia mengakui keberadaan tim KPK di lapangan bisa memicu kecurigaan masyarakat sehingga informasi cepat menyebar.

🔍 KPK Siapkan Evaluasi Besar

Karena itu, KPK akan mengevaluasi pola kerja tim penyidik saat turun ke lapangan. Evaluasi tersebut mencakup teknis pergerakan personel agar tidak mudah terdeteksi.

“Kami akan lakukan evaluasi untuk menghindari hal-hal yang diduga sebagai kebocoran informasi,” tegas Achmad.

💰 Bupati Langkat Diduga Sempat Putar Balik

Dalam OTT di Langkat, KPK menetapkan dua tersangka, yakni Bupati Langkat Syah Afandin (SAF) dan tim suksesnya Yaqub Abdhal Al Mu’arif (YQB).

Sebelum penangkapan, Syah Afandin disebut menghubungi Yaqub untuk bertemu usai menghadiri kegiatan APKASI. Namun, sekitar pukul 23.00 WIB, sopir Syah meminta mereka berbalik arah karena mendapat informasi tim KPK telah berada di Langkat.

Meski begitu, KPK akhirnya menangkap Syah saat menuju Kota Binjai. Penyidik juga menyita uang tunai Rp100 juta yang ditemukan di bawah jok kursi penumpang depan mobil.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *