Museum Keraton Solo Ditutup Total, Revitalisasi Besar Dimulai Pekan Ini

Foto: Istimewa
Museum Keraton Solo ditutup total mulai Kamis, 22 Juli 2026, seiring dimulainya revitalisasi kawasan Keraton Solo. Penutupan dilakukan agar proses revitalisasi berjalan maksimal hingga target penyelesaian pada Desember 2026.

BEBER FAKTA — Museum Keraton Solo menghentikan seluruh aktivitas selama proses revitalisasi berlangsung. Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) akan menangani pekerjaan di sejumlah titik kawasan keraton, sementara museum diperkirakan tutup sekitar empat bulan.

🏛️ Museum Ditutup Demi Revitalisasi Maksimal

Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi mengatakan penutupan museum dilakukan agar proses revitalisasi dapat berjalan lebih optimal.

“Ditutup supaya lebih maksimal nanti pengerjaan dari pemerintah untuk revitalisasi, jadi kita tutup total,” ujar PB XIV Mangkubumi, Selasa (21/7/2026).

Selama revitalisasi berlangsung, tidak ada aktivitas selain pekerjaan dari BPK di kawasan Keraton Solo.

“Jadi tidak ada aktivitas, hanya aktivitas pengerjaan dari BPK. Nanti setelah selesai baru kita buka kembali,” katanya.

🔨 Fokus Revitalisasi Ada di Museum

Revitalisasi ditargetkan selesai pada Desember 2026. Selama itu, Museum Keraton Solo akan menjalani konservasi, pendataan, dan inventarisasi koleksi.

PB XIV menjelaskan seluruh koleksi museum perlu melalui proses konservasi sesuai mekanisme agar tetap terawat.

“Koleksi-koleksinya ini juga harus segera dikonservasi semua, didata semua, diinventaris semua. Harus melalui mekanisme yang benar karena memang menyimpan banyak koleksi-koleksi yang harus benar-benar terawat untuk ke depannya,” ujarnya.

🌳 Taman Akan Ditata Ulang

Selain museum, taman Museum Keraton Solo juga akan ditata kembali. Benda-benda bersejarah yang berada di area luar akan dipindahkan ke lokasi yang lebih layak.

PB XIV menegaskan konsep taman berbeda dengan Pracima Mangkunegaran. Namun, kawasan tersebut akan dirancang menjadi lebih nyaman dan fungsional.

“Yang penting kita mau merangkai taman ini menjadi lebih baik dan bisa difungsikan,” katanya.

Pihak Keraton juga ingin menghadirkan ruang yang dapat dinikmati masyarakat dan wisatawan, termasuk sebagai lokasi berswafoto serta penyelenggaraan pertunjukan adat.

📍 Revitalisasi Menjangkau 13 Titik Kawasan

Revitalisasi dilakukan secara serentak di 13 titik kawasan Keraton Solo mulai Kamis (22/7/2026).

Beberapa lokasi yang akan diperbaiki meliputi Pagelaran, Sitinggil, Kasentanan, Panti Pidono, Keraton Kilen, Keputren, Ndalem Ageng, Pakubuwanan, hingga Langen Katong.

PB XIV mengatakan proses awal dimulai dengan memindahkan sejumlah koleksi museum ke tempat yang lebih aman sebelum pekerjaan lapangan dilakukan.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *