Kolaborasi unik mahasiswa Undana dan imigran internasional di Undana bikin perhatian publik tertuju ke Kota Kupang.
BEBER FAKTA – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., turun langsung meninjau pembangunan ruang Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Teknik Sipil pada Jumat (3/7/2026). Namun, proyek ini bukan pembangunan biasa. Mahasiswa dan pengungsi internasional bekerja bersama dalam satu proyek nyata di lingkungan kampus.
🏗️ Mahasiswa Jadi Supervisor, Pengungsi Turun Bangun Gedung
Program ini merupakan hasil kerja sama Prodi Teknik Sipil Undana dengan International Organization for Migration (IOM). Dalam pelaksanaannya, mahasiswa HMP Teknik Sipil berperan sebagai perancang sekaligus supervisor lapangan. Sementara itu, para pengungsi internasional mengerjakan pekerjaan konstruksi secara langsung.
Selain membangun ruang HMP, program On Job Training (OJT) ini juga menguji kemampuan peserta setelah mengikuti pelatihan konstruksi selama dua minggu.
“Fokus utama kami adalah mengukur apakah pelatihan teori yang didapatkan para refugees selama dua minggu di kelas dapat diimplementasikan dengan baik dan presisi pada struktur bangunan riil,” jelas Prof. Denik S. Krisnayanti.
📚 Belajar dari Lapangan, Bukan Hanya dari Ruang Kelas
Undana juga mendukung proyek tersebut melalui penyediaan lokasi dan material dari laboratorium Teknik Sipil. Karena itu, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengelola proyek, mengawasi pekerjaan, dan memastikan kualitas bangunan tetap terjaga.
Di sisi lain, para pengungsi memperoleh pengalaman kerja nyata yang dapat memperkuat portofolio dan keterampilan mereka.
⚙️ Masih Ada Kendala, Tapi Evaluasi Sudah Disiapkan
Meski berjalan lancar, tim menemukan beberapa tantangan. Salah satunya ialah keterlambatan distribusi material dan koordinasi puluhan pekerja dalam satu lokasi.
“Kami berharap ke depan manajemen kerja bisa lebih disiplin dan tepat waktu,” kata Yawari, salah satu peserta program.
Karena itu, Undana dan IOM berencana melakukan evaluasi menyeluruh sebelum memulai tahap kedua program.
🌍 Lebih dari Proyek Bangunan, Ini Tentang Kemanusiaan
Program ini membuka ruang interaksi positif antara mahasiswa dan pengungsi internasional yang selama ini hidup dalam keterbatasan akses kerja formal. Selain memberi keterampilan baru, kolaborasi tersebut juga memperkuat nilai kemanusiaan, toleransi, dan pengalaman global bagi mahasiswa.
Tak hanya menghasilkan bangunan baru, proyek ini juga membuktikan bahwa kampus dapat menjadi ruang lahirnya solusi sosial yang nyata dan berdampak. (Sumber: Humas Undana-IyL/Vip-BF)











