Lalampa Toboli: Gurihnya Kuliner Khas Palu yang Dibakar di Bara Tempurung Kelapa

Foto: Istimewa
Bagi banyak orang, perjalanan ke Palu terasa belum lengkap tanpa mencicipi Lalampa Toboli. Dibungkus daun pisang dan dipanggang di atas bara tempurung kelapa, makanan sederhana ini menyimpan cita rasa yang sulit dilupakan.

DI BALIK tampilannya yang sekilas mirip lemper, Lalampa Toboli menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda. Aroma daun pisang yang terbakar, gurihnya beras ketan, dan isian suwiran ikan laut berpadu menjadi sajian khas Sulawesi Tengah yang telah lama menjadi favorit masyarakat sekaligus oleh-oleh bagi para wisatawan.

🌿 Sekilas Mirip Lemper, Rasanya Punya Karakter Sendiri

Lalampa Toboli merupakan makanan khas Palu, Sulawesi Tengah. Banyak wisatawan memilih kuliner ini sebagai buah tangan setelah menikmati keindahan daerah tersebut.

Sekilas, bentuknya memang menyerupai lemper. Namun, perbedaannya terletak pada proses memasaknya. Jika lemper umumnya dikukus, Lalampa Toboli justru dibakar hingga menghasilkan aroma khas yang menggugah selera.

Bahan utamanya berupa beras ketan atau beras pulut. Di bagian tengahnya terdapat suwiran ikan laut, seperti ikan tuna, yang telah dibumbui sebelum dibungkus dengan daun pisang berbentuk lonjong.

🔥 Aroma Bara Tempurung Kelapa Jadi Rahasia Kelezatan

Cita rasa Lalampa Toboli terasa gurih dan nikmat karena proses pembakarannya menggunakan bara api dari tempurung kelapa. Cara memasak inilah yang memberikan aroma asap alami sekaligus membuat daun pisang mengeluarkan wangi khas.

Perpaduan ketan yang lembut dengan isian ikan berbumbu menciptakan rasa yang seimbang. Karena itu, banyak orang menjadikan Lalampa Toboli sebagai salah satu kuliner yang wajib dicoba saat berada di Palu.

🍚 Dari Beras Ketan Hingga Siap Dibakar

Perjalanan Lalampa Toboli dimulai dari beras ketan yang dicuci hingga bersih, kemudian dimasak sampai matang.

Setelah itu, santan kelapa dimasak dan dicampurkan ke dalam beras ketan. Adonan tersebut diaduk hingga merata sehingga menghasilkan tekstur yang lebih gurih.

Selanjutnya, suwiran ikan laut yang telah dibumbui dimasukkan ke dalam ketan yang dibentuk lonjong. Adonan kemudian dibungkus menggunakan dua lapis daun pisang.

Sebagai sentuhan akhir, kedua ujung bungkus diberi pengait dari lidi agar tetap rapi sebelum dibakar hingga matang.

🎁 Oleh-Oleh yang Selalu Dicari Wisatawan

Lalampa Toboli tidak hanya menjadi makanan sehari-hari masyarakat Sulawesi Tengah. Kuliner ini juga menjadi salah satu oleh-oleh yang banyak dicari wisatawan karena cita rasanya yang khas.

Jika berkunjung ke Palu, menyempatkan diri mencicipi Lalampa Toboli bisa menjadi cara sederhana untuk mengenal kekayaan kuliner daerah. Dari proses memasak hingga aroma bakar yang khas, setiap gigitannya menghadirkan pengalaman yang berbeda.(*/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *