Kandidat Calon Sekda Kota Kupang (Bag. 5)

KOTA KUPANG, Beber Fakta – Ada satu hal yang tidak banyak diketahui oleh khalayak maupun para Aparat Sipil Negara (ASN) di Kota Kupang, bahwa, sebelum menjadi Lurah Oesapa di Kota Kupang pada tahun 1995, Thomas Didimus Dagang, S.Sos, M.Si, adalah seorang militer berpangkat Letnan Dua, yang didapatnya dari pendidikan SCAPA selama empat bulan.

Dalam rentang waktu 1992 hingga 1994, ia aktif bertugas di Kodim Lebak 0603, Korem Serang, Kodam III Siliwangi, Banten.

Nama Thomas Dagang dalam sebulan terakhir banyak menjadi pembicaraan di kalangan ASN Kota Kupang dan masyarakat, karena dirinya masuk sebagai salah satu calon Sekretaris Daerah Kota (Sekot) Kupang definitif, yang proses seleksinya sedang dipersiapkan oleh Pemkot Kupang.

Pria low profile yang menyelesaikan seluruh pendidikan dasar, menengah dan atas di Kota Kupang ini, sejak tahun 2022 hingga sekarang menjabat Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans)di Pemkot Kupang.

Bagi banyak kalangan di Kota Kupang, satu-satunya ASN di Pemkot Kupang yang memegang sertifikasi sebagai seorang Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) ini lebih dikenal ketika dirinya menjadi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP).

“Banyak tanggungjawab pernah saya jalani sebagai seorang ASN di lingkup Pemkot Kupang. Yang paling berkesan ketika saya menjadi Kasat Pol PP pada tahun 2013 hingga 2019. Saya adalah orang yang menduduki jabatan Kasat Pol PP paling lama,” kisah Thomas, saat berbincang dengan Beber Fakta di sebuah kedai kopi bilangan Oebufu Kota Kupang (24/5/2025).

Thomas berkisah saat menjadi Kasat Pol PP, dirinya banyak terlibat hal-hal penting dalam pembangunan di Kota Kupang, salah satunya adalah Jembatan Kembar Liliba.

“Geliat pembangunan jembatan kembar Liliba itu dimulai pada tahun 2016. Saat itu belum banyak yang tahu. Saya sudah menertibkan (wilayah sekitar-red) sisi bagian kiri, dari halte hingga seberang jembatan, dan balik lagi ke sisi lainnya hingga ke Pos Polisi,” jelasnya.

Thomas Dagang bercerita, dirinya yang menertibkan bangunan-bangunan dan pedagang-pedagang yang berjualan dilokasi seputar Jembatan Liliba.

“Waktu itu saya berkoordinasi dengan Camat, Lurah, RT-RW serta warga pedagang yang memang terkena dampak dari penertiban yang kami lakukan,” ujarnya.

Ia mengaku, penertiban pedagang yang beraktifitas di lokasi Jembatan Liliba, karena tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) dan Undang-Undang Tata Ruang.

Ketika ditanya terkait dengan seleksi jabatan Sekda Kota Kupang definitif, Thomas Dagang menyatakan dirinya sangat siap untuk mengikuti seleksi.

“Saya berkarir seumur hidup saya untuk Pemkot Kupang. Banyak jabatan dan tugas yang sudah saya jalani, baik sebagai seorang ASN maupun dalam jabatan-jabatan yang dipercayakan kepada saya. Saya sangat siap untuk mengikuti seleksi Sekda Kota Kupang definitif,” tegas Thomas Dagang.

Dalam penjelasannya, Thomas Dagang mempunyai gagasan dan konsep untuk menata birokrasi di Kota Kupang, sehingga menjadi lebih baik lagi, guna mambantu memperlancar tugas top leader (walikota dan wakil walikota-red).

“Seorang Sekda adalah top manager, sedangkan walikota dan wakil walikota adalah top leader. Para kepala dinas adalah manager-manager di bawah top manager. Kerja top manager adalah menyatukan seluruh manager, mendengar pendapat, dan bekerja bersama untuk mendukung top leader,” jelasnya.

Dirinya juga akan menggunakan metoda KIS dalam mengelola pemerintahan, jika terpilih menjadi Sekda.

“Saya akan menggunakan metoda KIS yang saya pelajari dari sekolah saya. KIS adalah Koordinasi, Integrasi dan Simplifikasi,” kata Thomas memaparkan metodanya.

(Video penjelasan metoda KIS serta banyak penjelasan lainnya dari Thomas Dagang dapat ditonton secara lengkap di akun Media Sosial Tiktok Beber Fakta dan Fanpage FB Beber Fakta)

Selain soal menata birokrasi di dalam Pemkot Kupang, Thomas juga nenyoroti soal disiplin yang menurutnya juga harus mendapat perhatian serius.

“Jika saya menjadi seorang top manager, saya akan membangun disiplin di kalangan ASN. Dan itu dimulai dari seorang top manager. Top manager harus mampu menunjukan disiplin agar bisa mendisiplinkan bawahannya. Saya akan memberikan sangsi yang tegas apabila ada ASN yang tidak disiplin,” tegas Thomas.

Thomas juga berpendapat, seorang sekda harus mampu membantu walikota dan wakil walikota untuk mengatur anggaran di dalam rencana-rencana kerja dan pembangunan yang menjadi visi dan misi dari pemimpin.

“Tentu fokus dari anggaran adalah visi dan misi dari pemimpin wilayah. Program-program pembangunan yang menjadi visi dan misi pemimpin wilayah harus bisa diamankan. Selain itu kesejahteraan dari ASN juga tidak boleh terabaikan di dalam penyusunan anggaran,” beber Thomas.

Di akhir obrolan, Thomas menyatakan syukurnya karena baru kali ini Pemkot Kupang membuka kesempatan kepada semua ASN yang memenuhi kriteria untuk mengikuti seleksi pemilihan Sekda Kota Kupang.

“Saya bersyukur, karena sekarang untuk jabatan sekda tidak diangkat dari janji-janji politik kepala wilayah saat bertarung dalam hajatan politik. Sekarang semua ASN yang memenuhi kriteria kepangkatan dan golongan diberikan kesempatan yang sama, melalui mekanisme seleksi. Ini baru pertama terjadi,” ujarnya. (Tim-BF / Vic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *