Festival Paskah GMIT 2026 Siap Menggema di Kupang

Wali Kota Bidik Jadi Wisata Rohani Kelas Nasional

DUKUNG FULL - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo saat menerima audiens dengan Panitia Festival Paskah GMIT 2026. Wali Kota Kupang mendukung full kegiatan Pawai Paskah di Kota Kupang, bahkan mendorong Pawai Paskah di Kota Kupang menjadi agenda Wisata Rohani Nasional. Foto: Abi Letman-Bag. Prokopim Setda Kota Kupang/Olahgrafis: Vico Patty-BF)

Festival Paskah Pemuda GMIT 2026 bakal digelar besar-besaran di Kota Kupang. Bahkan, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo langsung memberi dukungan penuh. Ia pun punya mimpi besar: Paskah Kupang bisa jadi wisata rohani seperti Semana Santa di Flores.

 

Wali Kota Kupang Dukung Penuh Festival Paskah GMIT 2026

BEBER FAKTA – Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo memastikan Pemerintah Kota Kupang siap mendukung Festival Paskah Pemuda GMIT 2026.

Foto: Abi Letman-Bag. Prokopim Setda kota Kupang.

Ia menyampaikan komitmen tersebut saat menerima audiensi panitia festival di rumah jabatan Wali Kota, Rabu (11/3).

Pertemuan itu dihadiri Ketua Pemuda Sinode GMIT Pdt. Hery Herewilla, Erenst Blegur, serta panitia Festival Paskah GMIT 2026.

Selain itu, sejumlah pejabat Pemkot Kupang ikut mendampingi. Di antaranya Kepala DPMPTSP Wildrian Ronald Otta dan Kabag Kesra Djoni Bire.

Namun bukan sekadar dukungan biasa.

Christian Widodo ingin festival ini berkembang menjadi agenda wisata rohani besar di Kota Kupang.

“Prinsipnya Pemkot Kupang siap mendukung penuh. Kalau dikelola baik, festival ini bisa menjadi wisata religi yang dinanti setiap tahun,” tegasnya.

 

Dibidik Jadi Event Selevel Semana Santa Flores

Lebih jauh, Wali Kota bahkan membandingkan potensi festival ini dengan tradisi religius terkenal di NTT.

Ia menyebut Semana Santa di Flores berhasil menarik wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

Karena itu, ia membayangkan Festival Paskah di Kupang bisa berkembang dengan skala yang sama.

“Saya membayangkan orang datang ke Kupang khusus merayakan Paskah. Sama seperti orang datang ke Flores untuk Semana Santa,” jelasnya.

Menurutnya, momentum seperti ini mampu memperkuat pariwisata rohani di NTT.

 

Efek Ekonomi Langsung Terasa

Festival ini bukan hanya soal iman.

Namun juga memberi dampak nyata bagi ekonomi masyarakat.

Christian Widodo mengungkapkan bahwa perputaran ekonomi saat Paskah tahun lalu mencapai lebih dari Rp6 miliar.

Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi kegiatan keagamaan.

“Kalau orang tinggal lebih lama di Kupang, ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai festival besar seperti ini sangat penting bagi kota jasa dan perdagangan seperti Kupang.

 

Pemkot Siapkan Dukungan Fasilitas

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkot Kupang siap membantu berbagai kebutuhan kegiatan.

Mulai dari penyediaan tenda, kursi, transportasi, hingga pengelolaan kebersihan selama festival berlangsung.

Dengan kolaborasi yang kuat, pemerintah berharap festival ini berjalan lancar dan semakin besar setiap tahun.

 

Festival Berlangsung 28 Maret – 10 April 2026

Sementara itu, Erenst Blegur menjelaskan Festival Paskah Pemuda GMIT 2026 akan berlangsung cukup panjang.

Festival dijadwalkan digelar 28 Maret hingga 10 April 2026.

Beberapa kegiatan utama sudah disiapkan panitia.

Antara lain:

  • Prosesi Damai
  • Paskah Galilea
  • Prosesi Paskah atau Pawai Paskah
  • Expo Pemuda dan UMKM

Menariknya, Expo tersebut akan melibatkan sekitar 200 pelaku UMKM.

 

Paskah Galilea Jadi Agenda Unik

Salah satu agenda paling unik adalah Paskah Galilea.

Dalam prosesi ini, umat akan melakukan perjalanan dari laut menggunakan perahu menuju Kota Kupang.

Prosesi tersebut menggambarkan kembali kisah pelayanan Yesus di Galilea.

Selain itu, panitia juga merancang makan Paskah bersama masyarakat.

Tradisi itu menggunakan simbol roti dan ikan sebagai lambang kebersamaan.

“Kami ingin festival ini menjadi ruang kebersamaan seluruh masyarakat Kota Kupang,” kata Erenst.

 

Kupang Didorong Jadi Kota Wisata Rohani

Panitia berharap Festival Paskah GMIT dapat menjadi agenda tahunan Kota Kupang.

Dengan begitu, identitas Kupang sebagai “Kota Kasih” semakin kuat.

Selain itu, Kupang juga berpeluang menjadi destinasi wisata rohani baru di NTT.

Audiensi tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama.

Semua pihak sepakat memperkuat kolaborasi antara gereja, pemuda, dan pemerintah demi suksesnya Festival Paskah 2026. (Sumber: Siaran Pers Bag. Prokopim Setda Kota Kupang/Ansel Ladjar/Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *