Tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto turun menjadi 51,1 persen berdasarkan survei terbaru SMRC. Angka itu merosot dibandingkan November 2025 yang mencapai 81,2 persen.
BEBER FAKTA—Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan dalam sembilan bulan terakhir. Penurunan itu terjadi bersamaan dengan memburuknya penilaian publik terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
📊 Hasil Survei Terbaru SMRC
SMRC merilis survei bertajuk “Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden” yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026.
Hasilnya, sebanyak 51,1 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Angka ini turun drastis dari 81,2 persen pada survei November 2025.
Sementara itu, tingkat ketidakpuasan masyarakat meningkat tajam menjadi 46,9 persen, naik dari 16 persen pada November 2025.
📉 Penilaian Ekonomi, Politik, dan Hukum Memburuk
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menyebut perubahan persepsi masyarakat terhadap kondisi nasional menjadi faktor utama turunnya tingkat kepuasan.
Deni Irvani – “Approval rating tidak datang dari hampa. Penurunan kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo terjadi bersamaan dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum”. -Minggu (26/7/2026)-
Menurut SMRC, persepsi terhadap kondisi ekonomi, stabilitas politik, dan penegakan hukum menjadi variabel yang memengaruhi perubahan sentimen publik terhadap kepemimpinan Presiden.
🗳️ Metodologi Survei
Survei melibatkan 749 responden yang merupakan warga negara Indonesia dengan hak pilih.
Sebanyak 605 responden atau 83,8 persen diwawancarai melalui telepon karena memiliki telepon seluler. Sementara 144 responden atau 16,2 persen diwawancarai secara tatap muka karena tidak memiliki ponsel.
SMRC menyebut survei memiliki margin of error 3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
📌 Catatan bagi Pemerintah
Hasil survei ini menjadi indikator perubahan opini publik dalam sembilan bulan terakhir.
SMRC mencatat penurunan kepuasan berjalan seiring meningkatnya ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden. Kondisi tersebut berkaitan dengan penilaian responden terhadap ekonomi, politik, dan penegakan hukum. (*/Vic-BF)











