Ketua Fraksi Partai Golkar DPR M. Sarmuji menyebut biaya pendidikan yang layak untuk satu siswa mencapai sekitar Rp18 juta per tahun. Sementara itu, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sekolah untuk jenjang SD hanya Rp900 ribu per siswa per tahun.
BEBER FAKTA — Sarmuji menyampaikan angka tersebut berdasarkan kajian yang menghimpun data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 2024, Risalah Kebijakan Kemendikbud 2020, Badan Pusat Statistik (BPS), serta berbagai regulasi yang berlaku.
📚 Kajian Sebut Kebutuhan Pendidikan Jauh Lebih Besar
Menurut Sarmuji, biaya pendidikan tidak hanya mencakup operasional sekolah yang selama ini dibiayai melalui dana BOS. Kajian tersebut menghitung tiga komponen utama, yakni biaya operasional sekolah, biaya pendidik, dan biaya yang ditanggung keluarga.
“Untuk jenjang SD, misalnya, kalau ketiga lapisan itu dijumlahkan, biaya yang sesungguhnya layak mencapai sekitar Rp18 juta per anak per tahun. Sementara BOS yang diterima sekolah hanya Rp900.000, kurang dari 5 persen dari total kebutuhan,” ujar Sarmuji dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).
Ia menambahkan, angka tersebut menjadi acuan agar kualitas pendidikan mampu meningkatkan daya saing siswa.
“Sehingga, kita tidak memberi standar yang sekadarnya saja. Angka Rp18 juta itu memang akan bisa menjadikan seorang siswa untuk lebih maju dan bisa bersaing dengan peradaban lain di dunia,” katanya.
💰 Dorong Kenaikan Dana BOS
Sarmuji mengakui negara belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan biaya pendidikan sebesar Rp18 juta per siswa setiap tahun. Menurutnya, sebagian biaya tetap akan menjadi tanggung jawab orang tua dan pihak lain.
Meski demikian, ia mendorong pemerintah meningkatkan dana BOS secara bertahap agar lebih mendekati kebutuhan riil pendidikan.
“Tetapi setidak-tidaknya kita ingin ada peningkatan secara gradual biaya operasional siswa, operasional sekolah yang selama ini diberikan oleh pemerintah. Kita meng-endorse supaya terjadi hitung-hitungan yang lebih rasional, ada peningkatan, dan ada juga sisi keadilannya,” ujarnya.
🗺️ Besaran Kebutuhan Berbeda di Setiap Daerah
Sarmuji menilai kebutuhan biaya pendidikan tidak sama di setiap wilayah. Menurutnya, biaya pendidikan yang ideal di Jakarta, Jawa Tengah, hingga Papua Pegunungan memiliki karakteristik berbeda.
Karena itu, ia mengusulkan evaluasi terhadap besaran dana BOS agar mempertimbangkan kondisi daerah dan jenis satuan pendidikan.
“Hal-hal itu yang kita dorong supaya di satu sisi ada peningkatan dana BOS, kita review kembali, dan syukur-syukur bisa ditingkatkan. Di sisi yang lain kita juga mengusulkan supaya lebih berkeadilan mempertimbangkan beban baik daerah maupun jenis satuan pendidikannya,” tutup Sarmuji.(*/Red.01-BF)











