Bentrok Adonara NTT antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, menewaskan tiga orang. Insiden yang terjadi pada Sabtu (18/7) itu juga menyebabkan lima warga mengalami luka ringan dan 20 rumah terbakar.
BEBER FAKTA — Aparat kepolisian bersama TNI masih bersiaga di sejumlah titik perbatasan kedua desa untuk mencegah bentrokan susulan. Sementara itu, petugas terus mendata korban serta kerusakan akibat peristiwa tersebut.
🚨 Tiga Warga Meninggal, Lima Luka Ringan
Kasi Humas Polres Flores Timur, AKP Eliezer A. Kalelado, menyampaikan bentrokan mengakibatkan tiga korban meninggal dunia.
Baca juga: Pemuda Tewas Ditembak Saat Bentrokan Dua Desa di Adonara Timur
Korban meninggal adalah Nayamudin Iskandar (21), warga Dusun Bele, yang diduga meninggal akibat luka tembak. Korban lainnya adalah Hugo (62), warga Desa Lewonara, yang meninggal akibat luka yang diduga disebabkan senjata tajam. Sementara Petrus Kopong Emit, warga Desa Narasaosina, meninggal di lokasi kejadian.
Selain itu, lima warga mengalami luka ringan dan sedikitnya 20 unit rumah terbakar.
“Tiga orang meninggal dunia, lima orang luka ringan, dan 20 unit rumah terbakar,” ujar AKP Eliezer A. Kalelado.
🔥 Pendataan Korban Masih Berlangsung
Bentrokan terjadi pada Sabtu (18/7) pagi di Pulau Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Hingga kini, Polres Flores Timur masih melakukan pendataan jumlah korban maupun kerusakan rumah. Proses tersebut berlangsung setelah situasi di lokasi mulai terkendali.
👮 Aparat Siaga Cegah Bentrokan Susulan
Polres Flores Timur bersama TNI menempatkan personel gabungan di sejumlah titik strategis, terutama di wilayah perbatasan Desa Narasaosina dan Desa Waiburak.
Langkah ini bertujuan mengantisipasi kemungkinan bentrokan kembali terjadi sekaligus menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
🤝 Polisi Utamakan Evakuasi dan Pendekatan Kemanusiaan
Selain melakukan pengamanan, aparat membantu proses evakuasi korban dan membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat dari kedua desa.
Polisi juga mengedepankan langkah preventif untuk mencegah konflik meluas.
AKP Eliezer A. Kalelado – “Polres Flores Timur mengimbau seluruh masyarakat agar mempercayakan penanganan situasi kepada aparat keamanan, dan menghindari tindakan yang dapat memperkeruh keadaan serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban demi terciptanya perdamaian di Kabupaten Flores Timur”.
📌 Upaya Menjaga Situasi Tetap Kondusif
Polres Flores Timur mengajak seluruh masyarakat menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk keadaan.
Aparat memastikan pengamanan terus dilakukan hingga situasi benar-benar aman.(*/Red.01-BF)











