Pemuda Tewas Ditembak Saat Bentrokan Dua Desa di Adonara Timur

Foto: Ist

Adonara Timur kembali diguncang bentrokan antardua desa yang menewaskan seorang pemuda berusia 21 tahun. Dua warga lainnya mengalami luka tembak dan dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif.

BEBER FAKTA— Bentrokan terjadi di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur. Peristiwa tersebut menyebabkan Nayamudin Iskandar (21), warga Dusun Bele, Desa Waiburak, meninggal dunia setelah peluru menembus bagian jantungnya.

🚨 Korban Jiwa dan Luka Tembak

Seperti dikutip dari ntthits.com, selain korban meninggal, dua warga lainnya mengalami luka serius. Purnama Bl (19) terkena luka tembak di dada bagian atas dan dirujuk ke RSUD Lewoleba.

Sementara itu, Siti Saleha (63) mengalami luka tembak di kedua paha belakang. Tim medis kemudian merujuknya ke RSUD Larantuka untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

🏥 Puskesmas Benarkan Tiga Korban

Kepala Puskesmas Ile Boleng, Stefanus Ola Bura, membenarkan ketiga korban sempat menjalani penanganan medis di puskesmas.

Baca juga: Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik di TDM, Polisi Selidiki Pelaku

“Ada tiga pasien yang masuk. Satu meninggal, dua lainnya dirujuk, satu ke RSUD Lewoleba dan satu lagi ke RSUD Larantuka,” ujar Stefanus saat dikonfirmasi, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Stefanus, luka yang dialami para korban diduga berasal dari tembakan menggunakan senjata rakitan.

⚠️ Warga Mengungsi Hindari Bentrokan

Berdasarkan keterangan warga, suasana mencekam sudah terasa sejak dini hari. Suara tembakan memicu kepanikan sehingga banyak keluarga memilih mengungsi ke rumah kerabat di desa sekitar.

“Kami takut bentrokan makin besar. Anak-anak langsung kami bawa keluar kampung,” ujar seorang warga Waiburak yang meminta identitasnya dirahasiakan.

🔎 Penyebab Masih Diselidiki

Hingga Sabtu (18/7/2026), penyebab bentrokan belum diketahui. Belum ada laporan resmi mengenai korban dari pihak Desa Narasaosina.

Aparat keamanan diharapkan segera mengendalikan situasi, menyelidiki pemicu konflik, serta mencegah jatuhnya korban tambahan. (*/Red.01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *