Ratusan warga negara asing (WNA) hilang setelah banjir bandang dan longsor menerjang Nepal dan Tibet, China. Sedikitnya 392 orang tewas, sementara lebih dari 1.400 orang dilaporkan hilang.
BEBER FAKTA—Bencana tersebut menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu (26/8) pagi waktu setempat. Sebanyak 517 turis asing termasuk dalam daftar orang hilang di wilayah Nepal.
🌊 Banjir Bandang Sapu Permukiman
Otoritas Kepolisian Nepal melaporkan sedikitnya 389 jenazah telah ditemukan di wilayah Nepal. Sementara itu, otoritas China melaporkan tiga orang tewas di wilayah Tibet.
Banjir membawa air dingin, lumpur, es, dan puing-puing dalam jumlah besar. Aliran tersebut menimbun rumah, menghancurkan jembatan dan bendungan, serta menyapu kendaraan.
Sejumlah saksi mata menggambarkan terjangan banjir tersebut seperti “bagaikan tsunami”.
Survei Geologi AS (USGS) melaporkan runtuhnya gletser memicu aliran besar material es dan puing-puing. Perubahan iklim diduga meningkatkan pencairan gletser dan risiko bencana terkait.
🧳 Ratusan Turis Asing Masih Hilang
Dari 910 orang yang dilaporkan hilang di Nepal, sebanyak 517 orang merupakan turis asing. Mereka berasal dari 33 negara.
Para turis tersebut termasuk pendaki di kawasan Himalaya. Sebagian lainnya merupakan peziarah Hindu yang mengunjungi Gunung Kailash di Tibet.
Di wilayah Gyirong, Tibet, sekitar 260 orang juga dilaporkan hilang. CCTV menyebut angka tersebut, tetapi rincian kewarganegaraan mereka belum tersedia.
🌍 Daftar WNA yang Hilang di Nepal
Badan Pariwisata Nepal mencatat warga dari sejumlah negara masuk dalam daftar orang hilang.
* India: 178 orang.
* Amerika Serikat: 65 orang menurut Badan Pariwisata Nepal. Departemen Luar Negeri AS menyebut sedikitnya 90 orang.
* Malaysia: 51 orang menurut Badan Pariwisata Nepal. Sedikitnya 55 warga Malaysia tidak dapat dihubungi.
* Ukraina: 53 orang.
* Australia: 35 orang menurut Badan Pariwisata Nepal. Menteri Luar Negeri Penny Wong menyebut 39 orang.
* Inggris: 33 orang.
* Kanada: 25 orang.
* Jerman: 8 orang.
* Rusia: 8 orang.
* Afrika Selatan: 6 orang.
* Latvia: 6 orang.
* Jepang: 5 orang.
* Selandia Baru: 5 orang.
Perbedaan data muncul karena sejumlah otoritas memperbarui jumlah warga yang belum ditemukan.
🇺🇸 Data Negara Lain Masih Dikumpulkan
Badan Pariwisata Nepal juga melaporkan WNA dari sejumlah negara lain masih hilang. Namun, jumlah pastinya belum diketahui.
Negara tersebut mencakup Belarusia, Belgia, Bulgaria, Finlandia, Prancis, Hungaria, Irlandia, Israel, Italia, Kazakhstan, Lithuania, Belanda, Filipina, Portugal, Spanyol, Serbia, Swiss, dan Swedia.
Sementara itu, otoritas China melaporkan 100 warga negaranya hilang di Nepal setelah banjir bandang menerjang.
Operasi pencarian terus menjadi perhatian setelah bencana melanda kawasan Nepal dan Tibet. Data korban dan orang hilang masih dapat berubah seiring proses pencarian.(*/Red.01-BF)











