Baksos Kesehatan Gratis di Bello Layani Ratusan Warga

Tekankan Pencegahan Penyakit Musiman

Foto: Goe-BF

KOTA KUPANG, beberfakta.web.id — Bakti sosial pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat umum digelar di Kapela St Agustinus Bello, Sabtu (21/2/2026). Kegiatan kolaboratif ini melayani ratusan warga dan menitikberatkan pada pemeriksaan kesehatan dasar, deteksi dini penyakit, serta edukasi pencegahan penyakit musiman.

Kegiatan yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana bekerja sama dengan Puskesmas Sikumana mendapat antusiasme tinggi dari warga Kelurahan Bello serta sebagian masyarakat perbatasan Kabupaten Kupang, khususnya wilayah Oelomin.

Apresiasi Pemerintah dan Warga

Pemerintah setempat melalui Ketua RW 003, Goris Takene, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai membantu masyarakat menghadapi penyakit musiman, terutama infeksi saluran pernapasan akut dan demam. Berdasarkan data kegiatan, sebanyak 81 anak posyandu menerima vitamin A, sementara 161 warga dewasa memperoleh pelayanan pengobatan gratis.

Ketua RW 003, Goris Takene. (Foto: Goe-BF)

“Kami berharap kolaborasi pelayanan kesehatan seperti ini dapat terus berlanjut guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Layanan Umum

Kepala Puskesmas Sikumana, Dr. Ivony Ray, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah kelurahan dan partisipasi masyarakat yang dinilai menjadi faktor penting kelancaran kegiatan. Menurut dia, tingginya kehadiran warga menunjukkan kebutuhan layanan kesehatan yang mudah diakses dan berkelanjutan.

dr. Ivony Ray, Kepala Puskesmas Sikumana, Kota Kupang. (Foto: Goe-BF)

Adapun layanan yang diberikan dalam bakti sosial tersebut meliputi pemeriksaan dan pengobatan umum, pengecekan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, skrining kesehatan jiwa, konseling kesehatan, serta pembagian pakaian layak pakai.

Baca Berita di Tiktok @beber_fakta: Piche Kota Artis Indonesia Idol Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Perkosaan Anak di Belu

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap upaya promotif dan preventif di tingkat komunitas semakin diperkuat, sehingga masyarakat dapat lebih dini mengenali risiko kesehatan dan memperoleh penanganan yang tepat. (Goe-BF/Vip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *