Penasihat Kapolri sekaligus Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menggalang bantuan Rp1 miliar untuk korban gempa Nagekeo, NTT. Bantuan tersebut berasal dari Ajaib Group dan para donatur.
BEBER FAKTA—Andi Gani mengatakan bantuan itu akan disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan pimpinan gereja.
Ia juga berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengetahui kondisi warga terdampak.
💰 Bantuan Rp1 Miliar untuk Warga Terdampak
Andi Gani menggalang bantuan setelah gempa mengguncang sejumlah wilayah NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Menurut Andi, dana Rp1 miliar terkumpul dari Ajaib Group yang ia pimpin dan sejumlah donatur.
“Saya menggalang bantuan dan terkumpul Rp 1 miliar dari Ajaib Group yang saya pimpin beserta sahabat-sahabat donatur,” kata Andi, Sabtu (15/8/2026).
Ia menyebut Nagekeo memiliki hubungan keluarga dengan dirinya. Kabupaten tersebut merupakan tanah kelahiran ayahnya, Jacob Nuwa Wea. Jacob Nuwa Wea merupakan mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi era Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.
“Saya sangat sedih mendengar gempa besar yang terjadi di Nagekeo. Nagekeo adalah tanah kelahiran ayah saya tercinta, almarhum Bapak Jacob Nuwa Wea,” tambahnya.
🚁 Kapolri Kirim Bantuan Lewat Udara
Andi Gani juga berkoordinasi dengan Kapolri untuk mengetahui kondisi masyarakat di wilayah terdampak. Menurut Andi, Kapolri langsung merespons dengan mengirim bantuan melalui jalur udara.
“Bapak Kapolri langsung merespons dan hari ini mengirimkan bantuan ke wilayah terdampak melalui jalur udara,” ujar Andi.
Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian dan gerak cepat Polri membantu masyarakat Nagekeo. Selain itu, Andi menghubungi Kapolres Nagekeo untuk memperoleh informasi terbaru.
Informasi itu mencakup wilayah rusak dan kebutuhan mendesak masyarakat. Akses jalan yang terputus menjadi salah satu kendala penyaluran bantuan.
🚑 KSPSI Siapkan Brigade Tanggap Bencana
Untuk membantu penanganan di lapangan, KSPSI akan menerjunkan Brigade Tanggap Bencana ke wilayah terdampak. Tim tersebut akan membantu evakuasi, penanganan darurat, dan distribusi bantuan kepada masyarakat.
“Saya akan terus memantau perkembangan pascagempa di Nagekeo. Kita tidak boleh membiarkan masyarakat menghadapi situasi ini sendirian,” tegas Andi Gani.
Ia menegaskan bantuan harus segera menjangkau wilayah yang aksesnya terputus.
📊 BNPB Catat 14 Orang Meninggal
Sebelumnya, BNPB melaporkan 14 orang meninggal akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di NTT. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan data tersebut.
“Berdasarkan pemutakhiran data hingga pukul 12.30 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia, dua orang luka berat dan 11 orang luka ringan,” kata Berton.
Korban meninggal tercatat tiga orang di Sikka, enam orang di Manggarai, dan lima orang di Manggarai Timur. Korban luka dilaporkan berada di Sikka, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur.
BNPB menyebut data tersebut masih sementara. BPBD bersama unsur terkait masih melakukan verifikasi dan validasi.
Sekitar lima kepala keluarga terdampak. Sekitar 2.000 warga mengungsi atau melakukan evakuasi mandiri. Warga mengungsi setelah merasakan guncangan kuat dan peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan.
Pendataan sementara mencatat 54 rumah rusak berat, sembilan rusak sedang, dan 11 rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, dan satu gudang Bulog.
Selain itu, tiga fasilitas ibadah dan enam kantor pemerintahan turut mengalami kerusakan. Berton menyebut Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah dengan dampak kerusakan cukup signifikan.(*/Red.01-BF)











