Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan komitmen itu saat menerima audiensi Yayasan MEIK Nusantara dan Yayasan Mahanaim di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (31/8/2026).
BEBER FAKTA— Pemerintah Kota Kupang memperkuat pencegahan stunting dari hulu dengan melibatkan yayasan, lembaga sosial, sekolah, lembaga keagamaan, dan dunia usaha.
Stunting Masih di Atas Rata-Rata Nasional
dr. Christian mengatakan prevalensi stunting di Kota Kupang kini berada di kisaran 16 persen. Angka itu relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah daerah lain di Nusa Tenggara Timur.
Namun, angka tersebut masih menjadi persoalan serius karena berada di atas rata-rata nasional. Karena itu, Pemkot Kupang mendorong pencegahan sejak sebelum anak mengalami gangguan pertumbuhan.
“Persoalan stunting ini penanganannya harus komprehensif dari hulu ke hilir. Mencegah itu jauh lebih baik dan efisien daripada mengobati,” ujar dr. Christian.
Edukasi Dimulai Sejak Remaja Putri
Menurut dr. Christian, pencegahan dari hulu perlu dimulai sejak usia remaja. Edukasi tersebut mencakup kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, kesiapan menjadi orang tua, dan perencanaan keluarga.
Ia menilai sekolah memiliki peran penting dalam membangun pengetahuan tersebut. Lembaga keagamaan juga dinilai strategis karena memiliki kedekatan dengan keluarga dan komunitas.
Baca Juga:Puluhan Hektare Sawah Raimataus Terancam Gagal Panen, Petani Krisis Air
“Edukasi harus dimulai sejak usia remaja putri di sekolah-sekolah, mencakup kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, hingga pemahaman perencanaan keluarga,” katanya.
“Peran sekolah dan lembaga keagamaan seperti gereja sangat penting di sini,” lanjutnya.
Pemkot Siapkan Kolaborasi Lebih Terarah
Selain pencegahan sejak remaja, dr. Christian menyoroti kehamilan usia dini dan munculnya orang tua tunggal di kalangan remaja.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan terhadap persoalan stunting. Ketidaksiapan ekonomi, pengetahuan gizi, dan kesiapan mental calon ibu juga perlu mendapat perhatian.
Karena itu, Pemkot Kupang menyambut kehadiran Yayasan MEIK Nusantara dan Yayasan Mahanaim. Kedua yayasan tersebut menawarkan kontribusi bagi persoalan sosial dan kesejahteraan anak.
Pemkot tidak ingin bantuan dari berbagai pihak berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah siap membuka data dan kebutuhan prioritas melalui perangkat daerah terkait.
“Kami di Pemkot Kupang selalu responsif dan terbuka. Agar bantuan tidak tumpang tindih dan tepat sasaran, kami menyodorkan ‘menu masalah’ yang terstruktur,” jelas dr. Christian.
Sejumlah OPD Jadi Pintu Masuk
Melalui pola tersebut, yayasan dan pihak swasta dapat memilih bentuk intervensi sesuai kapasitas masing-masing. Setiap program tetap berkoordinasi dengan pemerintah.
Sejumlah perangkat daerah dapat menjadi pintu masuk kolaborasi. Di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, DP3A, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
dr. Christian menegaskan persoalan anak tidak dapat diselesaikan satu institusi. Stunting, perlindungan anak, pendidikan, kemiskinan, dan penguatan keluarga saling berkaitan.
“Yayasan dapat berkolaborasi langsung dengan dinas-dinas terkait, sehingga apa yang dibutuhkan masyarakat bisa kita cocokkan dengan sumber daya yang dimiliki para mitra,” ujarnya.
Yayasan Paparkan Program
Pimpinan rombongan Yayasan MEIK Nusantara, Meike, menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi sosial dan kesehatan anak-anak di NTT.
Bersama para pengusaha yang tergabung dalam yayasan, pihaknya ingin mengambil bagian dalam membantu masyarakat melalui program yang tepat sasaran.
Sementara itu, Nita dari Yayasan Mahanaim memaparkan program pelayanan nonformal Rumah Kasih. Program tersebut kini telah berjalan di 13 titik di Kota Kupang.
Rumah Kasih memberikan bimbingan belajar sekaligus makanan bergizi bagi anak-anak.
Pertemuan ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan dan kemajuan Kota Kupang. Wali Kota kemudian menyerahkan cenderamata berupa kain tenun dan produk UMKM lokal kepada para tamu.
Turut mendampingi Wali Kota dalam audiensi tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg. Retnowati, M.Kes., Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Johanes D. B. Assan, S.Kom., serta Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang Wildrian R. Otta, S.STP., MM.(*/Red.03-BF)











