Selama dua pekan penuh peluh dan disiplin baja, para mahasiswa Universitas Nusa Cendana menggembleng fisik serta mental mereka demi menjadi benteng bela negara. Perjuangan panjang itu akhirnya mencapai puncaknya saat pimpinan kampus meresmikan kelulusan para ksatria muda tersebut.
BEBER FAKTA—Senyum bangga memancar dari wajah para peserta Pendidikan dan Latihan Dasar Militer (Diklatsarmil) Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon 961 Rajawali Hitam Universitas Nusa Cendana (Undana). Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri Bale, S.T., M.Eng., memimpin langsung upacara penutupan di Aula Rektorat pada Senin (27/7). Suasana riuh haru dan khidmat menyelimuti ruangan saat prosesi pelantikan berlangsung.
️ Latar Belakang Gemblengan Fisik dan Karakter
Diklatsarmil Menwa Undana 2026 bukan sekadar rutinitas organisasi kemahasiswaan biasa. Kegiatan pembinaan dasar ini berlangsung marathon sejak 13 hingga 27 Juli 2026. Seluruh rangkaian latihan dirancang khusus untuk membentuk pribadi unggul, berkarakter kuat, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Perjalanan Menempa Diri di Lapangan
Selama dua minggu, peserta menyerap berbagai materi ketangkasan militer dan lapangan. Mereka mempelajari wawasan kebangsaan, kepemimpinan, hingga peraturan disiplin militer. Tak hanya itu, peserta juga menguasai navigasi darat, survival, bela diri militer, hingga teknik tempur dasar dan latihan menembak.
️ Pesan Digdaya dari Sang Rektor
Di hadapan tamu undangan dari jajaran TNI, Polri, Basarnas, serta civitas akademika, Rektor Undana memberikan apresiasi tertinggi. Beliau memuji semangat tak kenal lelah seluruh peserta dan pelatih.
“Saya percaya saudara-saudari akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,” ujar Prof. Jefri Bale dalam sambutannya.
Penghargaan untuk Dua Ksatria Terbaik
Momen paling mendebarkan terjadi saat pengumuman peserta terbaik Diklatsarmil 2026. Rektor menyerahkan langsung penghargaan atas dedikasi dan disiplin luar biasa kepada dua mahasiswa. Penghargaan Siswa Terbaik Putra diraih oleh Rofinus Tadong Bekayo, sedangkan Siswa Terbaik Putri disabet oleh Meys Ester Milla.
Dampak Nyata Bagi Kampus dan Banua
Lulusnya para anggota Menwa ini membawa energi positif bagi lingkungan akademik Undana. Pembekalan fisik dan mental menjadi modal utama mereka dalam mengabdi. Nilai loyalitas serta integritas kini tertanam erat dalam jiwa setiap peserta.
Langkah Awal Pengabdian Tanpa Batas
Kini rangkaian Diklatsarmil resmi berakhir, namun perjuangan sebenarnya baru saja dimulai. Para anggota Batalyon 961 Rajawali Hitam siap membawa perubahan. Mereka melangkah mantap untuk berkontribusi nyata bagi kampus, masyarakat, dan bangsa.(*Sumber: Humas Undana-Audc/Red.01-BF)











