Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., membesuk Jessica Sofia Tunardjo di RS Wirasakti Kupang, Sabtu (1/8/2026), sekaligus memastikan kampus memprioritaskan pemulihan kesehatan dan menjamin kelanjutan studi mahasasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat itu hingga lulus. Kunjungan tersebut dilakukan menyusul dugaan kendala dalam proses bimbingan dan ujian skripsi yang berdampak pada kondisi kesehatan Jessica.
BEBER FAKTA—Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) membesuk Jessica Sofia Tunardjo di RS Wirasakti Kupang, Sabtu (1/8/2026). Kampus memastikan fokus pada pemulihan kesehatan Jessica sekaligus menjamin proses studinya hingga meraih gelar sarjana.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., bersama jajaran pimpinan universitas sebagai bentuk dukungan terhadap mahasiswi semester X Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang menjalani perawatan medis.
🏥 Rektor Prioritaskan Pemulihan Jessica
Rektor menegaskan kondisi kesehatan fisik dan mental Jessica menjadi prioritas utama kampus. Setelah pulih, Undana akan mengawal seluruh proses akademiknya hingga selesai.
“Kami hadir untuk memberikan dukungan langsung. Saya sudah bertemu keluarga dan adik Jessica. Kami sampaikan agar fokus dulu pada pemulihan kesehatannya. Soal kelanjutan studi dan hak akademiknya, kampus menjamin akan dipenuhi sepenuhnya,” ujar Prof. Jefri usai membesuk Jessica.
Menurutnya, berdasarkan komunikasi langsung di ruang perawatan, kondisi Jessica menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani perawatan intensif beberapa hari terakhir.
“Kami tentu bukan ahli kesehatan, namun dari penuturan adik Jessica sendiri, kondisinya terasa jauh lebih baik dibanding hari-hari sebelumnya. Yang paling penting saat ini adalah memastikan adik Jessica merasa tenang dan berfokus penuh pada pemulihannya,” katanya.
🎓 Kampus Kawal Penyelesaian Skripsi
Rektor menyatakan rektorat, fakultas, dan program studi akan mendampingi penyelesaian proposal hingga skripsi Jessica setelah kondisi kesehatannya membaik.
Selain itu, Undana akan mengevaluasi prosedur bimbingan akademik agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
📱 Menteri Sapa Jessica Lewat Video Call
Perhatian terhadap Jessica juga datang dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.
Prof. Jefri mengungkapkan, Menteri sempat berbincang langsung dengan Jessica melalui sambungan video.
“Tadi Pak Menteri berkomunikasi langsung via video call dengan adik Jessica untuk menanyakan kondisi kesehatannya. Pihak kementerian mendukung penuh agar Jessica bisa pulih dan menyelesaikan studinya sampai meraih gelar sarjana,” ujarnya.
Rektor juga menyebut keluarga Jessica menyambut baik dukungan tersebut dan memiliki komitmen yang sama untuk mengutamakan proses pemulihan.
⚖️ Undana Tegaskan Zero Tolerance
Sementara itu, Wakil Rektor IV Undana, Prof. Philiphi de Rozari, menegaskan kampus menerapkan prinsip zero tolerance terhadap setiap dugaan pelanggaran etika di lingkungan akademik.
“Prinsipnya Undana zero tolerance. Tidak ada toleransi untuk kekerasan atau pelanggaran dalam bentuk apa pun di kampus. Kami sedang mendalami seluruh fakta agar informasi yang keluar benar-benar akurat,” tegasnya.
Ia meminta masyarakat memberi ruang kepada tim internal untuk menyelesaikan pemeriksaan secara objektif dan berkeadilan.
🧠 Pendampingan Psikolog Disiapkan
Dekan FKM Undana, Prof. Dr. Apris A. Adu, M.Kes., mengatakan kampus telah menyiapkan pendampingan psikologis dari Program Studi Psikologi Undana setelah kondisi medis Jessica membaik.
Ia juga menjelaskan klarifikasi terkait proses ujian skripsi masih berlangsung karena salah satu dosen penguji sedang berduka, sedangkan dosen pembimbing berada di luar daerah.
Pihak kampus mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar. Hasil pemeriksaan akan disampaikan secara transparan setelah proses investigasi selesai. (Sumber: Humas Undana/Red.01-BF)











