Pengentasan Kemiskinan Jadi Fokus

Wali Kota Kupang Dukung Program Garuda Berbasis Pemberdayaan

Foto: Echon Saudale-Bag. Prokopim Setda Kota Kupang / Olahgrafis: Diego Tristan-BF
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan pengentasan kemiskinan harus dimulai melalui pemberdayaan masyarakat, bukan hanya bantuan sosial. Komitmen itu disampaikan saat Rapat Koordinasi Pengentasan Kemiskinan dan peluncuran Program Gerakan Taruna Unggul dan Berdaya (Garuda) di Aula Rektorat Universitas Nusa Cendana (Undana), Kamis (9/7).

BEBER FAKTA— Pemerintah Kota Kupang menyatakan siap mendukung penuh Program Garuda yang mengedepankan kolaborasi pemerintah, Karang Taruna, dan perguruan tinggi untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan SPPG Kota Kupang.

🤝 Kolaborasi Percepat Pengentasan Kemiskinan

Program Garuda merupakan inisiatif kolaboratif yang mengoptimalkan peran Karang Taruna dan perguruan tinggi sebagai penggerak perubahan sosial. Wali Kota hadir bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc.

Baca juga: Pemkot Kupang dan Rotary Club Teken MoU, Perluas Bantuan Sanitasi untuk Warga

Rakor juga dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Dr. H. Fauzan, M.Pd., Deputi Kemenko PMK Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc., Direktur Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikti Sainstek Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., Plh. Sekda NTT Ir. Yohanes Oktovianus, M.M., serta unsur pemerintah, Karang Taruna, SPPG, dan mahasiswa.

🎓 Kampus Diminta Menjadi Problem Solver

Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, menegaskan perguruan tinggi harus menjadi bagian dari solusi melalui kolaborasi pentahelix.

Prof. Jefri S. Bale – “Tagline Kemendikti Sainstek adalah Berdampak. Ini merupakan kontrak sosial bahwa seluruh aktivitas perguruan tinggi harus memberikan dampak konkret bagi masyarakat.”

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, juga menegaskan kampus harus menghadirkan aksi nyata.

“Perguruan tinggi harus menjadi problem solver. Kita harus mengubah paradigma berkompetisi menjadi berkolaborasi.”

📊 Kemiskinan NTT Masih Menjadi Tantangan

Sambutan Penjabat Gubernur NTT yang dibacakan Plh. Sekda NTT menyebut jumlah penduduk miskin di NTT masih sekitar 1,03 juta jiwa. Sementara itu, angka kemiskinan ekstrem berhasil ditekan menjadi 6,96 persen.

Pemerintah Provinsi NTT terus mempercepat pengentasan kemiskinan melalui perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran, peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat, dan pembangunan infrastruktur dasar.

Deputi Kemenko PMK, Prof. Abdul Haris, menambahkan pemerintah pusat menargetkan kemiskinan ekstrem nasional mendekati nol persen melalui penguatan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sirkular.

♻️ Inovasi Ekonomi Sirkular Jadi Contoh

Usai rakor, Wali Kota dan Wakil Wali Kota meninjau stan karya mahasiswa. Salah satu inovasi yang menarik perhatian ialah sabun cuci berbahan limbah dari kawasan SPPG sebagai penerapan ekonomi sirkular.

“Ini program yang sangat bagus. Karang Taruna didorong menjadi unggul dan berdaya. Sisa dari SPPG tidak terbuang begitu saja, tetapi diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti maggot dan sabun cuci melalui konsep ekonomi sirkular,” ujar dr. Christian.

Ia menegaskan Pemkot Kupang akan terus memperkuat koordinasi bersama Karang Taruna, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan agar Program Garuda berjalan berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Sumber: Siaran Pers Bag. Prokopim Setda Kota Kupang-Tamar Ndapatady/Red.02-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *