🚀Kampus dan Pemda Bersatu Kejar Stunting & Kemiskinan di NTT

Foto Cover: Alfanthy Octovianus

Universitas Nusa Cendana (Undana) makin serius jadi motor perubahan di NTT. Lewat forum strategis bersama pemerintah daerah dan industri, Undana mendorong riset kampus agar langsung berdampak bagi masyarakat, terutama untuk menekan stunting dan kemiskinan ekstrem. 🔥

BEBER FAKTA – Langkah besar itu terlihat dalam Rapat Koordinasi Terpadu (Rakortek) Pimpinan Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah yang digelar LLDIKTI Wilayah XV di Hotel Harper Kupang, 5-6 Mei 2026.

🎓 Kampus Tak Bisa Lagi Cuma Jadi Penonton

Rakortek kali ini mengangkat tema ā€œMembangun Sinergitas Pendidikan Tinggi, Pemerintah Daerah, dan Industriā€. Fokus utamanya jelas, yakni memperkuat kolaborasi agar kampus benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., hadir langsung memimpin jajaran pimpinan universitas. Kehadiran itu menegaskan komitmen Undana terhadap program nasional ā€œDiktisaintek Berdampakā€.


Baca Berita Sambil Nikmati Lagu-lagu kereen hanya di Tiktok @beber_fakta

Forum ini juga menjadi ruang penting untuk menyusun solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi berbagai persoalan pembangunan di NTT.

💡 SDM Harus Produktif, Bukan Sekadar Banyak

Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa perguruan tinggi wajib bergerak cepat menghadapi perubahan teknologi, iklim, dan geopolitik global.

Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya manusia melimpah. Namun, SDM itu harus diarahkan agar benar-benar produktif dan memberi dampak nyata.

Prof. Amheka ā€œKita harus menjalankan visi jangka panjang agar SDM yang melimpah ini menjadi impactful atau memberikan dampak nyata bagi negara.ā€

Ia juga mengingatkan bahwa kampus harus menjadi pusat inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.

🏭 BRIN Ingatkan Bahaya Teknologi Usang

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., menyoroti pentingnya hilirisasi riset dan penguasaan teknologi.

Menurutnya, riset tidak boleh berhenti di atas kertas. Sebaliknya, hasil penelitian harus masuk ke dunia industri agar mampu memperkuat pembangunan nasional.

Prof. Arif Satria, ā€œPenting bagi kita untuk terus berinovasi melalui riset. Jangan sampai saat pabrik atau industri siap beroperasi, teknologi yang digunakan justru sudah usang.ā€

Pernyataan itu sekaligus menjadi peringatan agar perguruan tinggi bergerak lebih cepat dalam pengembangan inovasi.

🌱 Undana Siap Jadi Solusi Nyata untuk NTT

Dalam forum tersebut, Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr.drh. Annytha I R Detha, M.Si., juga dipercaya menjadi moderator diskusi lintas sektor.

BACA JUGA: 🚀Ā Gandeng Unud, Undana Bidik Confucius Institute Resmi Tahun 2027

Kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan industri ini diharapkan melahirkan ekosistem inovasi baru di NTT. Dengan begitu, hasil riset kampus bisa langsung diterapkan untuk membantu masyarakat.

Undana pun menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pengabdian yang berdampak nyata, mulai dari penanganan stunting hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan NTT. 👏 (Sumber: Humas Undana – IyL / Vip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *