Kolaborasi panas! Universitas Nusa Cendana dan Polda NTT tancap gas bentuk Pusat Studi Kepolisian. Targetnya? Penegakan hukum di NTT makin profesional!
🔥 Finalisasi Dikebut, Launching Tinggal Hitungan Hari
BEBER FAKTA – Undana dan Polda NTT kini memasuki tahap akhir pembentukan Pusat Studi Kepolisian (PSK).
Rencananya, pusat studi ini akan resmi diluncurkan pada 11 Maret 2026. Selain itu, kedua pihak sudah merampungkan draf kerja sama dan struktur organisasi.
Langkah ini menjadi terobosan penting. Tujuannya jelas: menggabungkan kekuatan akademisi dan praktik lapangan dalam penegakan hukum.
🎓 Kampus Turun Tangan, SDM Polisi Disiapkan Lebih Profesional
Dalam pertemuan di kantor Polda NTT, I Gusti Andre Putra Sidarta menjelaskan peran strategis PSK.
Menurutnya, pusat studi ini akan menjadi ruang pengembangan kapasitas SDM kepolisian berbasis kajian ilmiah.
Di sisi lain, Undana melalui Fakultas Hukum dan LP2M akan menyuplai analisis kebijakan hukum dan sosial.
⚙️ Undana Siap Full Support!
Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Undana, Yefry C. Adoe, menegaskan kesiapan kampus.
Undana akan menyediakan gedung sekretariat dan tenaga ahli. Dengan begitu, PSK bisa langsung beroperasi maksimal.
Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Undana sebagai mitra strategis dalam pengembangan hukum di NTT.
🌍 Sorotan Nasional, Sudah Masuk Level Zona 2!
Menariknya, pembentukan PSK ini sudah mendapat perhatian nasional.
Valentinus Gual menyebut progresnya telah dipaparkan bersama 11 Polda di Zona 2 Indonesia.
Bahkan, struktur organisasi sudah mendapat persetujuan resmi sejak 18 Februari.
🚀 Bukan Sekadar Program, Ini Game Changer!
Akademisi Petrus Mario Mamoh menilai kolaborasi ini sangat krusial.
Menurutnya, dunia kampus kini bisa berkontribusi langsung dalam kebijakan publik dan penegakan hukum.
Ke depan, PSK diharapkan menjadi model kolaborasi pentahelix. Artinya, akademisi dan aparat bisa bersinergi menjaga keadilan di NTT. (Sumber: undana.ac.id/Audc/Vip-BF)











