Fakta mengejutkan terungkap! Puluhan juta peserta BPJS Kesehatan kini berstatus tidak aktif, dan mayoritas berasal dari kalangan kelas menengah.
BEBER FAKTA – BPJS Kesehatan mengungkapkan sebanyak 54 juta peserta tercatat tidak aktif hingga Juni 2026. Menariknya, kelompok yang paling banyak berhenti membayar iuran justru berasal dari masyarakat berpenghasilan menengah.
📉 Kelas Menengah Dinilai Bayar Saat Sakit Saja
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan fenomena ini dipicu perilaku adverse selection. Artinya, banyak peserta baru membayar iuran ketika membutuhkan pengobatan, lalu berhenti setelah kondisinya membaik.
“Kalau nggak sakit ngapain saya bayar sekarang. Ini kelihatan sekali menjadi problem semua asuransi sosial di dunia,” ujar Pujo, Kamis (2/7/2026).
Ia menegaskan, kebiasaan tersebut menjadi tantangan besar bagi keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Peserta tidak aktif karena menunggu kalau sakit. Ini tantangan yang kita hadapi,” tambahnya.
🏥 Tunggu Perpres Pemutihan Tunggakan
Selain itu, BPJS Kesehatan masih menunggu terbitnya Peraturan Presiden tentang pemutihan tunggakan iuran. Menurut Pujo, kebijakan itu berpotensi meningkatkan jumlah peserta aktif sekaligus memperbaiki kondisi keuangan BPJS.
“Dihapuskan tunggakannya, ini membuat kita bertambah keaktifan peserta,” katanya.
Sementara itu, hingga akhir 2025 jumlah peserta JKN mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen penduduk Indonesia. Bahkan, pemanfaatan layanan kesehatan melonjak menjadi 725,3 juta kali, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.(*/Red.01-BF)











