Satu anomali di layar X-Ray membuka tabir penyelundupan ganja raksasa. Operasi gabungan BNN dan Bea Cukai akhirnya membongkar gudang berisi 3,37 ton ganja yang diduga dikendalikan sindikat internasional.
BEBER FAKTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai berhasil mengungkap penyelundupan 3,37 ton ganja jenis cannabis buds yang disimpan di kawasan pergudangan Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pengungkapan ini bermula dari temuan mencurigakan saat pemeriksaan X-Ray di Pelabuhan Tanjung Priok.
🔍 Anomali X-Ray Jadi Awal Terbongkarnya Sindikat
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menjelaskan petugas menemukan kejanggalan ketika memindai kontainer yang baru tiba dari Thailand.
“Ketika dilakukan pemeriksaan X-Ray ditemukan anomali ada barang-barang atau komoditas yang mencurigakan,” kata Djaka.
Setelah memastikan barang tersebut merupakan narkotika, Bea Cukai langsung berkoordinasi dengan BNN dan menjalankan **controlled delivery hingga pengiriman tiba di gudang Gresik.
“Kalau hanya ditangkap di pelabuhan, tentu kita tidak akan mendapat apa-apa,” tegas Djaka.
🌏 Jaringan Malaysia-China-Thailand Terbongkar
BNN mengungkap sindikat ini diduga melibatkan jaringan Malaysia, China, Indonesia, dan Thailand. Operasi gabungan yang berlangsung pada 29 Juni–1 Juli 2026 menyasar Jakarta, Tangerang, Purwakarta, Surabaya, hingga Gresik.
Di gudang Gresik, petugas menemukan 500 koper dan 80 bal kardus lateks berisi ribuan paket ganja dengan total berat 3.371.400 gram atau sekitar 3,37 ton.
“Total keseluruhan barang bukti mencapai sekitar 3,37 ton bruto,” ujar Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto.
👮 12 Orang Diamankan
Selain menyita empat kontainer ganja, tim gabungan juga mengamankan 12 orang yang diduga menjadi bagian dari sindikat internasional. Mereka terdiri dari pengusaha jasa transportasi, pengurus perusahaan, sopir truk, oknum petugas pelabuhan, hingga seorang warga negara China yang diduga menguasai gudang penyimpanan.(*/Red.01-BF)











