😱DUH! Sekolah Tua di TTS Ambruk Saat Hujan, Bocah 9 Tahun Tewas Tertimpa

JENGUK - Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen, saat menjenguk salah seorang anak korban tertimpa gedung sekolah tua yang ambruk. (Olahgrafis: Vico Patty-BF)

Tragedi memilukan terjadi di Kabupaten TTS, Proviinsi NTT. Sebuah gedung sekolah tua tiba-tiba roboh saat anak-anak berteduh dari hujan. Satu bocah tewas, dua lainnya luka serius.

 

Kronologi: Dari Main Bola, Berujung Petaka

BEBER FAKTA – Awalnya, sekelompok anak bermain sepak bola di halaman SD Inpres Oepula, Desa Nifukani, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Namun, hujan gerimis mulai turun. Karena itu, beberapa anak memilih berteduh di dalam gedung kosong tersebut.

Tak lama kemudian, suasana berubah mencekam. Tiba-tiba, bangunan tua itu ambruk dengan suara keras. Bahkan, warga menyebut dentumannya terdengar seperti ledakan.

“Suara keras sekali, seperti ledakan. Kami langsung lari ke lokasi,” kata Agustinus Talan, warga setempat.

Selanjutnya, warga segera melakukan evakuasi. Mereka berusaha menyelamatkan anak-anak yang tertimbun material bangunan.

 

Korban: Satu Tewas, Dua Luka Serius

Akibat kejadian itu, seorang bocah bernama Noldi Kause (9) meninggal dunia. Ia tertimpa tiang dan reruntuhan bangunan di bagian kepala.

Sementara itu, dua anak lainnya mengalami luka serius. Juliana Nenohai (13) menderita luka di kepala dan lutut. Selain itu, Mikael Jekson Nenoliu (9) terluka di kaki dan punggung.

Tim Reaksi Cepat langsung turun ke lokasi. Mereka kemudian mengevakuasi korban dan membawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

 

Fakta Mengejutkan: Gedung Sudah Lama Kosong

Ternyata, gedung tersebut sudah tidak digunakan sejak 2023. Meski begitu, area itu tidak diamankan.

Akibatnya, anak-anak sering masuk dan bermain di dalamnya.

BPBD Timor Tengah Selatan menegaskan kondisi bangunan memang sudah rapuh. Apalagi, usia bangunan sudah tua dan diperparah oleh cuaca.

Karena itu, saat hujan turun, struktur gedung tak mampu bertahan dan akhirnya roboh.

 

Polisi Turun Tangan, Garis Polisi Dipasang

Pihak kepolisian langsung bergerak cepat. Mereka melakukan olah TKP, memasang garis polisi, dan memeriksa saksi-saksi.

Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen, menyebut bangunan itu berdiri sejak 1991. Dengan usia tersebut, kondisi struktur sudah sangat lapuk.

Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap bangunan tua. Selain itu, pemerintah daerah perlu segera melakukan evaluasi.

Jika perlu, bangunan berbahaya harus dibongkar atau diamankan agar tidak memakan korban lagi.

 

Warning Keras: Jangan Anggap Remeh Bangunan Tua!

Tragedi ini menjadi peringatan serius. Bangunan tua yang terbengkalai bisa menjadi ancaman nyata, terutama bagi anak-anak.

Karena itu, peran pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk mencegah kejadian serupa. (*/Tim-BF/Vip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *