Visi “Kabupaten Kupang Emas” mulai diuji realita. Rektor Undana, Prof. Jefri S. Balle buka-bukaan soal masalah serius: dari stunting tinggi sampai ketimpangan pendidikan. Visi ini harus tetap diwujudkan!
📊 Visi Besar vs Realita Lapangan
BEBER FAKTA – Diskusi publik digelar di Aula Elpida International Schools, Desa Mata Air, Tarus, Kabupaten Kupang, Selasa (17/3/2026).
Namun, fokus utama langsung mengarah ke satu hal: implementasi.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Jefri Samuel Balle, menegaskan satu pesan penting.
Visi tidak boleh berhenti sebagai dokumen.
Selain itu, ia mendorong semua kebijakan berbasis data.
Dengan begitu, program bisa tepat sasaran dan berdampak nyata.
⚠️ RPJMD Disorot, Banyak yang Harus Dibenahi
Undana langsung bergerak cepat.
Mereka menganalisis dokumen RPJMD Kabupaten Kupang secara kritis.
Hasilnya cukup mengejutkan.
Beberapa poin dinilai belum optimal dan perlu perbaikan serius.
Karena itu, perencanaan tidak boleh asal jalan.
Sebaliknya, strategi harus jelas, terukur, dan realistis.
🤝 Kolaborasi Sudah Jalan, Tapi…
Undana tidak hanya memberi kritik.
Mereka juga sudah menandatangani MoU dengan Pemkab Kupang.
Kerja sama ini mencakup banyak sektor.
Mulai dari pertanian, peternakan, hingga ekonomi kreatif.
Selain itu, ada juga pendampingan, riset, dan pengabdian masyarakat.
Namun, pertanyaannya: apakah ini sudah cukup kuat?
📉 Ekonomi Tumbuh, Tapi Belum Merata
Secara angka, ekonomi Kabupaten Kupang memang tumbuh.
Namun, pertumbuhan itu belum terasa merata.
Menurut Jefri Samuel Balle, ini masalah serius.
Sebab, pertumbuhan tanpa pemerataan bisa memicu kesenjangan sosial.
Akibatnya, masyarakat di wilayah tertentu bisa tertinggal jauh.
🚨 Stunting Tinggi, Ancaman Nyata Masa Depan
Data SSGI 2024 mengungkap fakta mencengangkan.
Masalah gizi balita mencapai 39,5 persen.
Selain itu, angka stunting berada di 30,4 persen.
Sedangkan kategori sangat pendek mencapai 9,1 persen.
Angka ini bukan sekadar statistik.
Ini adalah alarm keras bagi masa depan daerah.
“Stunting menyangkut kualitas SDM,” tegas Jefri Samuel Balle.
🎓 Pendidikan Timpang, Daerah Terpencil Tertinggal
Masalah tidak berhenti di kesehatan.
Sektor pendidikan juga menghadapi tekanan besar.
Data menunjukkan hanya 40 persen sekolah di daerah terpencil memiliki fasilitas lengkap.
Artinya, sebagian besar siswa belajar dengan keterbatasan.
Jika dibiarkan, kesenjangan antarwilayah makin lebar.
Dan dampaknya bisa jangka panjang.
🔑 Kunci: Kolaborasi atau Gagal!!
Di akhir pemaparannya, Jefri Samuel Balle menegaskan satu hal.
Kolaborasi adalah kunci utama.
Pemerintah, kampus, dan masyarakat harus bergerak bersama.
Tanpa itu, visi “Kupang Emas” bisa hanya jadi slogan.
Namun sebaliknya, jika semua solid, mimpi itu tetap mungkin tercapai. (Vic-BF/Vip)











