Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang memperkuat komitmen terhadap kesehatan mental mahasiswa. Kampus ini menandatangani kerja sama strategis dengan Mennonite Central Committee (MCC) untuk proyek penguatan mental dan resiliensi mahasiswa selama tiga tahun. Rektor Undana menegaskan, langkah ini membuka jalan bagi Undana menjadi pelopor Health Promoting University di kawasan Indonesia Timur.
Undana Target Jadi Kampus Pelopor Kesehatan Mental
BF/Kota Kupang – Universitas Nusa Cendana (Undana) bergerak serius memperkuat kesehatan mental mahasiswa.
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri Semuel Bale, ST., M.Eng, menegaskan kampusnya siap memimpin gerakan Health Promoting University di Indonesia Timur.
Komitmen itu muncul dalam kegiatan penandatanganan MoU proyek “Enhancing Student Mental Health and Resilience” bersama lembaga Mennonite Central Committee (MCC) di Kupang, Kamis.
Kerja sama tersebut berlangsung selama tiga tahun.
“Pastikan proyek ini berkelanjutan sehingga Undana benar-benar menjadi pelopor Health Promoting University di Indonesia Timur,” kata Jefri Bale.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan workshop kesehatan mental mahasiswa. Acara tersebut sekaligus menegaskan komitmen bersama menjaga aset penting bangsa, yaitu kesehatan mental generasi muda.
Respon Nyata Isu Mental Health Mahasiswa
Menurut Rektor Jefri Bale, dunia akademik kini menghadapi tantangan kompleks.
Prestasi akademik, kata dia, tidak cukup berdiri sendiri tanpa dukungan mental yang kuat.
Karena itu, Undana merespons meningkatnya isu kesehatan mental mahasiswa, termasuk risiko depresi yang dapat berdampak serius.
“Proyek ini lahir sebagai respons konkret terhadap meningkatnya isu kesehatan mental di kalangan mahasiswa,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut hadir juga perwakilan MCC serta Kepala Health Promoting University (HPU) and Mental Health Project Undana, Dr.dr Nicholas Edwin Handoyo.
Bangun Ekosistem Kampus yang Suportif
Melalui kemitraan strategis dengan YKPAI dan MCC, Undana ingin memperkuat kapasitas institusi.
Kampus tidak hanya fokus pada penanganan masalah mental. Selain itu, Undana juga membangun ekosistem kampus yang suportif, ramah, dan tangguh.
Kerja sama ini sebenarnya bukan yang pertama.
Sebelumnya, Undana dan MCC berkolaborasi pada periode 2023–2025 untuk membangun Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).
Program tersebut bahkan mengantarkan Undana meraih penghargaan tingkat kementerian.
Tiga Program Utama Penguatan Mental Mahasiswa
Selanjutnya, Undana mengalokasikan dukungan anggaran sekitar Rp885 juta untuk tiga tahun program.
Dana tersebut mendukung beberapa program utama, yaitu:
- Pengembangan kurikulum kesehatan mental yang komprehensif
- Pelatihan Psychological First Aid (PFA) melalui komunitas mahasiswa “Laskar Sehat”
- Inovasi teknologi edukasi mental health melalui platform Web-based Learning Management System (LMS)
Dengan langkah ini, edukasi kesehatan mental dapat diakses lebih luas oleh seluruh sivitas akademika Undana. (Def-BF/Vip-Red)











