PADA SUATU pagi yang lengang di Kelurahan Oepura, seorang ibu muda bernama Yuliana berdiri di depan toren kecil di belakang rumahnya. Seperti banyak warga lainnya, ia terbiasa bangun sebelum fajar untuk memastikan air yang mengalir dari pipa Perumda Air Minum Kota Kupang cukup memenuhi kebutuhan keluarga. “Kalau air mengalir lancar, hari terasa lebih ringan,” ujarnya sambil tersenyum.
Kisah Yuliana adalah potret kecil dari ribuan warga Kota Kupang yang menggantungkan harapan pada layanan air bersih. Sebuah kebutuhan paling mendasar, namun juga menjadi salah satu tantangan paling berat yang diwariskan dari masa ke masa. Di tengah beban tersebut, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang kini tengah melakukan langkah transformasi besar untuk bangkit dari status “kurang sehat” menuju perusahaan pelayanan publik yang modern, profesional, dan berbasis digital.

Tiga Pilar KASIH sebagai Pondasi Perubahan
Di bawah kepemimpinan Direktur Isodorus Lilijawa, Perumda Air Minum Kota Kupang mengusung slogan Tiga Pilar KASIH—sebuah akronim yang merangkum tiga pilar perubahan: Kinerja, Sinergitas, dan Transformasi Holistik secara digital.
“Tiga hal inilah yang bisa menjawab berbagai persoalan,” tegas Isodorus.
KASIH bukan sekadar jargon. Bagi perusahaan yang selama bertahun-tahun harus mengelola persoalan warisan infrastruktur, defisit biaya produksi, dan terbatasnya sumber air, KASIH menjadi arah baru untuk memperbaiki diri sekaligus merestorasi kepercayaan publik.
Dua Sumber, Satu Kota yang Terus Haus
Kupang hanya memiliki dua jenis sumber produksi air: air permukaan dan air bawah tanah.
Namun tantangannya berat:
- Sumber air permukaan efektif hanya berasal dari Kali Dendeng.
- Sumber air dari Biknoi telah berhenti beroperasi.
- Sisanya, Kupang bergantung pada ±30 sumur bor dengan biaya operasional tinggi.
Dengan kondisi ini, Perumda tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan warga secara maksimal. Mesin pompa bor menuntut biaya besar untuk perawatan, listrik, hingga keperluan operasional lainnya. Sementara dana penyertaan modal yang diberikan Pemkot Kupang setiap lima tahun, sebagaimana diatur dalam Perda, belum cukup untuk menutup kebutuhan revitalisasi sistem secara menyeluruh.
Disiplin, Tegakkan Integritas Pelayanan
“Yang saya dorong pertama adalah disiplin. Saya mulai dengan apel pagi. Intensifkan apel pagi dari Senin hingga Jumat. Semua harus hadir dalam apel pag. Jam delapan tepat, tutup pagar.”

Hal tersebut dilakukan karena karena saat apel itulah dirinya sebagai direktur perusahaan bisa berinteraksi dengan seluruh karyawan perusahaan.
Konsekuensinya, jelas Iso, jika ada yang tidak hadir akan berimbas pada gaji atau insentif dari perusahaan.
“Terbukti, sebelumnya, kalau apel yang hadir hanya 15 sampai 20 orang, kini setiap hari tempat apel dipenuhi karyawan yang mulai terbiasa masuk kantor sesuai jadwal,” jelas Iso.
Gebrakan disiplin lain untuk meningkatkan pelayanan yang lebih profesional yang dilakukan oleh Iso adalah dengan melarang karyawan untuk merokok di dalam kantor dan makan di dalam loket pelayanan.
“Untuk tingkatkan pelayanan saya juga melarang karyawan perusahaan untuk merokok di dalam kantor. Kebiasaan makan di dalam loket pelayanan juga saya larang. Kita harus bisa menghargai pelanggan yang datang, harus bisa tersenyum kepada pelanggan, sopan, dan kita mulai dengan hal-hal kecil semacam itu,” tegas Iso.
Iso juga menerapkan standar pelayanan 3S, senyum, salam, sapa, -“3 S ini kan sudah menjadi standar pelayanan dimana-mana, dan di Perumda Air Minum Kota Kupang, saya terapkan hal tersebut, agar kita bisa menjadi profesional dalam pelayanan.”
Menambal Kebocoran, Antisipasi Tantangan
Tantangan tidak membuat Perumda berhenti bergerak. Berbagai langkah pembenahan dilakukan secara bertahap:
- Optimalisasi Sumber Air Eksisting
Sumur bor yang masih produktif ditingkatkan kapasitasnya. Monitoring volume dan debit dilakukan lebih intensif.
- Perbaikan Jaringan yang Sudah Uzur
Perumda kini rutin melakukan
- perbaikan kebocoran,
- pemeliharaan jaringan distribusi,
- dan penekanan kehilangan air (non-revenue water).
Air yang hilang berarti biaya yang terbuang—dan itu yang kini mereka tekan.
- Peningkatan SDM
Pelatihan dan bimbingan teknis dilakukan bagi teknisi, petugas lapangan, dan staf administrasi untuk memperkuat standar layanan.
- Transparansi Informasi
Melalui kanal resmi, masyarakat kini lebih mudah mengetahui jadwal distribusi, gangguan layanan, dan kondisi terkini pasokan air.
Hal yang tampak kecil, namun krusial untuk membangun kembali kepercayaan publik.
Sinergi: Membangun Bersama, Bukan Berjalan Sendiri
Untuk menjawab kebutuhan yang semakin kompleks, Perumda Air Minum Kota Kupang memperluas jejaring kerja sama. Dalam beberapa bulan terakhir, manajemen telah menjalin kesepakatan dengan:
- BLUD Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO) yang segera diteken,
- serta kolaborasi dengan pihak perbankan untuk mendukung pembiayaan pengembangan layanan.
Ini adalah langkah antisipatif untuk memastikan pasokan air bersih yang lebih stabil di masa depan.
Digitalisasi: Pilar Baru Pelayanan Air Bersih di Era Modern
Transformasi digital bukan hanya bagian dari visi KASIH, tetapi juga menyatu dengan roadmap digitalisasi Pemerintah Kota Kupang tahun 2024–2025. Perumda kini bergerak selaras dengan visi kota untuk memperkuat layanan publik berbasis teknologi.
Beberapa upaya digitalisasi yang mulai diterapkan Perumda antara lain:
- Sistem Informasi Pelanggan Terintegrasi
Perumda mengembangkan pembaruan basis data pelanggan serta pengelolaan account berbasis aplikasi internal.
- Pembacaan Meteran Digital (Smart Metering)
Tahap pilot dilakukan di beberapa titik untuk mengurangi kesalahan pencatatan manual sekaligus meningkatkan transparansi biaya pemakaian.
- Digitalisasi Pengaduan dan Monitoring Layanan
Melalui kanal WhatsApp resmi, media sosial, dan rencana aplikasi layanan pelanggan, masyarakat dapat melaporkan gangguan dengan lebih cepat.
- Dashboards Internal untuk Manajemen Kinerja
Pimpinan dapat memantau:
- tingkat kebocoran,
- kondisi jaringan,
- performa sumur bor,
- dan progres pelayanan secara real-time.
- Integrasi dengan Sistem Pemerintahan Kota Kupang
Selaras dengan peningkatan Indeks SPBE Kota Kupang, Perumda mulai menghubungkan data dan administrasi dengan sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Digitalisasi ini tidak sekadar soal teknologi, tetapi tentang menciptakan kultur pelayanan baru—lebih cepat, lebih terbuka, dan lebih akuntabel.
Melayani dengan Keterbatasan, Bergerak dengan Harapan
Di ruang kerjanya yang sederhana, Isodorus Lilijawa menyadari bahwa perjalanan Perumda Air Minum Kota Kupang masih panjang. Kota ini terus tumbuh. Kebutuhan air terus meningkat. Dan perusahaan harus terus berbenah.
Namun perubahan selalu dimulai dari langkah pertama. Dari kemauan untuk memperbaiki diri. Dari komitmen untuk tidak menyerah pada keterbatasan.
Bagi Yuliana dan ribuan warga lainnya, setetes air yang mengalir mulus dari keran rumah adalah wajah nyata sebuah harapan. Harapan bahwa transformasi yang digagas hari ini akan memastikan masa depan layanan air bersih di Kota Kupang menjadi lebih pasti, lebih adil, dan lebih layak.
Dan pada akhirnya, perjalanan Perumda Air Minum Kota Kupang adalah perjalanan tentang manusia—tentang kebutuhan paling dasar, tentang pelayanan publik, dan tentang usaha tanpa henti untuk memenuhi harapan warga yang menunggu. (Vico/Tim-BF/Vip/ADV)











