Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Universitas Nusa Cendana (Undana) terasa penuh makna dan refleksi. Dalam upacara bendera yang digelar di halaman Rektorat Undana, Senin (4/5/2026), Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar urusan nilai dan ijazah.
BEBER FAKTA – Menurutnya, pendidikan adalah “jantung peradaban” sekaligus proses memanusiakan manusia menuju masa depan bangsa yang lebih bermartabat.
Upacara Hardiknas tahun ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” dan diikuti civitas akademika Undana dengan penuh khidmat.
🚀 Rektor Undana: Pendidikan Jadi Senjata Hadapi Tantangan Global
Dalam amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang dibacakannya, Prof. Jefri menilai pendidikan menjadi jawaban paling strategis menghadapi dunia yang terus berubah cepat.
Baca Berita Asyiiiik Sambil Dengar Musiiiik: Tiktok @beber_fakta
Karena itu, ia mengajak seluruh civitas akademika menjaga filosofi pendidikan warisan Ki Hajar Dewantara melalui sistem Asah, Asih, dan Asuh.
“Filosofi ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Maju,” tegas Prof. Jefri.
Ia juga menyoroti tiga pilar utama yang kini menjadi motor transformasi pendidikan nasional.
Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale – “Ada tiga pilar utama yang menjadi motor transformasi kita: perluasan akses inklusif, kolaborasi lintas sektor, dan riset yang berdampak nyata”
💡 Pendidikan Tak Boleh Hanya Dinikmati Orang Mampu
Dalam pidatonya, Rektor Undana juga menegaskan bahwa akses pendidikan harus terbuka bagi semua kalangan tanpa memandang kondisi ekonomi.
Karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai program bantuan pendidikan seperti KIP Kuliah, Beasiswa Afirmasi, hingga bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Selain memperluas akses pendidikan, kampus juga didorong menjadi pusat solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui riset strategis, terutama di bidang ketahanan pangan dan kesehatan.
🏅 119 Pegawai Undana Terima Penghargaan Negara
Momen paling haru dalam upacara Hardiknas ini terjadi saat penyematan Satyalancana Karya Satya kepada 119 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Undana.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi negara atas loyalitas, integritas, dan pengabdian para pegawai selama bertahun-tahun.
Rinciannya:
- 6 orang kategori pengabdian 30 tahun
- 42 orang kategori 20 tahun
- 71 orang kategori 10 tahun
Penghargaan itu diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia.
🌍 Undana Punya Mimpi Besar: Lahirkan Ilmuwan Kelas Dunia
Menutup sambutannya, Prof. Jefri menyampaikan harapan besar agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi pencipta ilmu tingkat dunia.
Ia bahkan berharap suatu hari nanti lahir peneliti dan ilmuwan kelas dunia, bahkan peraih Nobel, dari lingkungan kampus Indonesia.
Karena itu, momentum Hardiknas 2026 di Undana menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan tidak cukup diukur lewat angka semata, melainkan lewat kemampuan membangun peradaban bangsa yang maju dan berdaya saing global. (Sumber: Humas Undana-Hec/Vip-BF)











