Gerak cepat tanpa kompromi! Universitas Nusa Cendana mulai bersih-bersih data akademik, dan kali ini risikonya nyata—Drop Out (DO) siap menghantui mahasiswa yang bermasalah!
🚨 Sapu Bersih Data, Undana Langsung Tancap Gas
BEBER FAKTA – Universitas Nusa Cendana langsung mengambil langkah tegas. Kampus ini mengevaluasi total pelaporan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi semester ganjil 2025/2026.
Tujuannya jelas. Pertama, memastikan data akurat. Kedua, memperlancar administrasi mahasiswa dari awal kuliah hingga lulus.
Selain itu, dalam rapat daring Rabu (8/4/2026), Rektor Jefri S. Bale langsung memberi perintah tegas.
“Semua temuan harus segera ditindaklanjuti. Jangan sampai menghambat pelaporan nasional,” tegasnya.
⚠️ Fakta Mengejutkan: KRS Numpuk, Nilai Belum Beres!
Namun, hasil evaluasi justru membuka banyak masalah serius di 71 program studi.
Pertama, banyak mahasiswa sudah isi KRS, tetapi dosen belum menyetujui. Selain itu, sejumlah mahasiswa juga melewati batas masa studi.
Selanjutnya, masalah makin kompleks. Beberapa kelas belum punya dosen tetap. Bahkan, ada dosen yang belum memiliki NIDK.
Di sisi lain, nilai mahasiswa belum difinalisasi. Data SKS juga tidak sinkron. Lebih parah lagi, ada lulusan yang belum memiliki PIN ijazah.
Karena itu, Jefri S. Bale langsung mengingatkan keras:
“Catatan ini harus segera diperbaiki agar tidak menumpuk. Ketertiban data adalah tanggung jawab bersama.”
⛔ Warning Keras! DO Akademik Segera Diterapkan
Tak hanya bereskan data, Undana juga menyiapkan sanksi tegas.
Wakil Rektor I, Annytha I. R. Detha, memastikan pihaknya segera menyusun timeline SK Drop Out (DO).
Artinya, mahasiswa tidak aktif atau bermasalah secara akademik akan langsung diusulkan DO.
“Kami akan tetapkan data mahasiswa sesuai kriteria DO. Yang tidak aktif akan segera diusulkan,” tegasnya.
Dengan langkah ini, kampus ingin memastikan status mahasiswa jelas dan tidak menggantung.
🔄 Sinkronisasi Data Jadi Kunci, Mahasiswa Wajib Gerak!
Sementara itu, Undana kini fokus menyinkronkan data SIAKAD dengan PDDikti.
Karena itu, program studi harus disiplin dalam pelaporan. Selain itu, mahasiswa yang sudah lulus wajib segera melengkapi dokumen.
Akhirnya, langkah ini diharapkan menciptakan sistem akademik yang lebih rapi, cepat, dan terpercaya. Sekaligus, Undana ingin memperkuat kredibilitasnya di tingkat nasional. (Sumber: undana.ac.id/Ref/Vip-BF)











