Dinus Mere: “Dishub Siapkan Jalur Khusus Tangki Air”

Mitigasi Jalan Mesakh Amalo Akibat Aktivitas Depo Pengisian Air

KOTA KUPANG, beberfakta.web.id – Kerusakan di ruas Jalan Mesakh Amalo kini semakin serius. Lubang-lubang besar yang terisi air bercampur lumpur sedalam hampir 20 sentimeter menganga tepat di depan depot air Airel, CV Ekasari Dwiputri—lokasi yang sebelumnya telah resmi ditutup sementara oleh Pemerintah Kota Kupang pada 9 Desember 2025, karena diduga kuat menjadi penyebab utama kerusakan jalan yang baru diperbaiki pada Oktober 2024 lalu.

Untuk mencegah kondisi jalan menjadi semakin buruk, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kupang kini mengambil langkah strategis. Pemerintah menilai aktivitas kendaraan tangki pengangkut air yang kerap melintas di jalur ini perlu segera dialihkan sebelum kerusakan meluas ke titik lain.

Mencari Jalan Alternatif

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere, A.P., M.Si., menegaskan bahwa pihaknya sedang melakukan kajian teknis bersama instansi terkait. Tujuannya adalah menemukan jalur lain bagi kendaraan tangki yang selama ini bergerak dari wilayah Oesapa dan Kelapa Lima menuju bagian selatan Kota Kupang.

Larangan Melintas

Sambil menunggu kepastian jalur alternatif, Dishub mengambil keputusan cepat: melarang mobil-mobil tangki air untuk melintasi Jalan Mesakh Amalo.

“Untuk sementara, sambil menunggu Pemerintah Provinsi NTT memperbaiki jalan Mesakh Amalo, mobil-mobil tangki pengangkut air akan kami larang untuk melintasi jalan tersebut,” tegas Bernadinus Mere.

Larangan ini terutama menyasar kendaraan tangki yang membawa muatan penuh dari arah utara menuju selatan. Dishub sedang menyiapkan pemasangan rambu larangan khusus untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif.

“Kami sedang mempersiapkan rambu khusus sebagai tanda larangan mobil tangki pengangkut air melewati jalan itu, khususnya mobil tangki yang sedang penuh dengan muatan air dari arah utara ke selatan, Kota Kupang” —Bernadinus Mere

Langkah Mitigasi Sambil Menunggu Perbaikan

Dishub menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat sementara hingga Pemerintah Provinsi NTT melakukan perbaikan kembali pada ruas Jalan Mesakh Amalo. Dengan pembatasan mobil tangki dan pencarian jalur alternatif, pemerintah berharap kerusakan tidak semakin meluas dan aktivitas masyarakat tetap dapat berlangsung aman. (Vico Patty-BF/Vip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *