Danau Weekuri Sumba: Laguna Asin dengan Gradasi Biru yang Bikin Takjub

Foto: Istimewa
Ada tempat di Sumba yang membuat perjalanan panjang terasa sepadan. Namanya Danau Weekuri, laguna unik dengan air asin jernih dan gradasi biru kehijauan.

BEBER FAKTA—Tersembunyi di balik gugusan karang Kodi, Danau Weekuri menawarkan pengalaman berbeda bagi siapa saja yang datang. Airnya jernih, suasananya asri, dan warna permukaannya berubah dari biru cerah hingga biru kehijauan.

🌊 Bukan Danau Biasa di Balik Karang Kodi

Danau Weekuri berada di Desa Kalenarogo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Berbeda dari kebanyakan danau, air Danau Weekuri terasa asin dan payau. Karakter itu muncul karena Weekuri sebenarnya merupakan sebuah laguna.

Air laut dari kawasan sekitar masuk melalui celah-celah bebatuan. Air tersebut kemudian berpadu dengan beberapa sumber mata air yang berada di sekitar danau.

Perpaduan itu menciptakan gradasi warna yang menjadi salah satu daya tarik utamanya. Warnanya membentang dari biru cerah hingga biru kehijauan.

Menariknya, perbedaan sumber air juga membuat suhu air terasa beragam. Ada bagian yang terasa hangat, sementara bagian lainnya terasa dingin.

💧 Air Jernih yang Mengundang untuk Mencebur

Kejernihan air menjadi alasan lain Danau Weekuri menarik untuk dinikmati lebih dekat.

Kedalamannya tidak terlalu dalam. Karena itu, pengunjung dapat bermain air atau berenang sambil menikmati suasana alam.

Di sekelilingnya tumbuh pepohonan dan semak belukar. Kondisi tersebut membuat kawasan danau terasa asri dan jauh dari keramaian kota.

Suasana tenang itu memberi pengalaman berbeda. Pengunjung bukan hanya datang melihat warna air, tetapi juga menikmati alam yang masih terasa alami.

🛣️ Perjalanan Panjang Menuju Weekuri

Keindahan Danau Weekuri harus ditebus dengan perjalanan yang cukup menantang.

Dari Tambolaka, ibu kota Kabupaten Sumba Barat Daya, jaraknya sekitar 60 kilometer. Sementara itu, pengunjung juga bisa berangkat dari Waikabubak, ibu kota Kabupaten Sumba Barat.

Belum tersedia transportasi umum menuju lokasi. Penunjuk arah juga nyaris tidak ditemukan.

Karena itu, perjalanan sering mengandalkan informasi dari penduduk setempat.

Kondisi jalan pun tidak seluruhnya sama. Sebagian jalur sudah beraspal mulus. Namun, beberapa bagian masih berbatu dan dalam tahap pengerasan.

Pengunjung dapat menyewa mobil atau sepeda motor dari Waikabubak maupun Tambolaka. Sewa mobil berkisar Rp500.000 hingga Rp600.000 per hari, termasuk pengemudi.

Sementara itu, biaya sewa motor berkisar Rp100.000 hingga Rp150.000 per hari.

🚶 Langkah Terakhir Membawa ke Laguna

Di tengah perjalanan, sebuah resor milik warga negara Prancis terlihat di sisi kiri jalan. Resor tersebut mengelola Pantai Mandorak, salah satu pantai di wilayah Kodi.

Tak jauh dari kawasan itu, keberadaan pos penjaga menandai lokasi Danau Weekuri.

Beberapa warga setempat berjaga di pos tersebut. Pengunjung dapat membayar tiket masuk seikhlasnya.

Setelah itu, perjalanan belum sepenuhnya selesai. Pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 20 meter menuju tepian danau.

Namun, langkah singkat tersebut langsung mempertemukan pengunjung dengan air Weekuri yang jernih.

🌅 Sore Hari, Saat Warna Weekuri Makin Memikat

Danau Weekuri tidak hanya bisa dinikmati dari tepian air.

Pengunjung dapat berjalan menyusuri jalan setapak ke arah barat. Deru ombak menjadi petunjuk perjalanan menuju bukit karang yang menjorok ke lautan lepas.

Perjalanan menuju puncak membutuhkan kehati-hatian. Permukaan bebatuan karang cukup tajam dan lancip.

Dari atas bukit, pemandangan yang tersaji terasa berbeda.

Laut biru terbentang luas. Ombak menghantam gugusan karang di sekitar danau. Dari ketinggian, Danau Weekuri terlihat seperti kolam biru alami di tengah bentang alam yang dramatis.

Waktu terbaik untuk menikmati panorama tersebut adalah sekitar pukul 16.00 Wita.

Saat matahari mulai condong ke barat, cahaya matahari memantul di permukaan danau. Dari puncak bukit karang, pengunjung juga dapat menyaksikan matahari terbenam.

Danau Weekuri (Foto: Istimewa)
🎒 Datang dengan Bekal Sendiri

Meski menawarkan panorama alam yang menarik, kawasan Danau Weekuri belum memiliki fasilitas penunjang.

Tidak tersedia warung makan, toilet, maupun penginapan di kawasan danau.

Karena itu, pengunjung sebaiknya membawa makanan dan minuman ringan sebelum tiba. Bekal tersebut dapat dinikmati sambil bersantai menikmati suasana Weekuri.

Keterbatasan fasilitas membuat perjalanan ke Danau Weekuri membutuhkan persiapan. Namun, bagi pengunjung yang ingin menikmati alam secara lebih dekat, perjalanan itu menjadi bagian dari pengalaman.

Pada akhirnya, Danau Weekuri bukan sekadar tentang air biru yang jernih.

Tempat ini mempertemukan laut, mata air, gugusan karang, pepohonan, dan langit sore dalam satu lanskap.

Di balik perjalanan yang cukup panjang dan akses yang belum mudah, Weekuri menawarkan satu pengalaman sederhana: berhenti sejenak, menikmati alam, dan membiarkan Sumba bercerita lewat warna airnya.(*/Red.01-BF)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *