Jenazah Yohanes Koi Pulang Setelah Lima Tahun di Malaysia

PULANG - Jenazah Yohanes Ariyanto Koi, didoakan, sesaat sebelum diberangkatkan dengan ambulans ke Malaka. (Foto: Istimewa/Olahgrafis: Vico Patty-BF)
Lima tahun bekerja di Malaysia berakhir tragis bagi Yohanes Ariyanto Koi. Pada Selasa pagi, jenazah pemuda 25 tahun asal Malaka itu akhirnya tiba di Kupang untuk dipulangkan kepada keluarganya.

BEBER FAKTA—Pesawat Citilink QG 602 mendarat di Bandara El Tari Kupang sekitar pukul 05.45 Wita, Selasa, 15 September 2026. Di Terminal Kargo, keluarga menanti kedatangan jenazah Yohanes.

Tim Kargo Bandara El Tari, BP3MI NTT, keluarga almarhum, serta Tim Yayasan Penyelenggaraan Ilahi kemudian menerima jenazah tersebut.

Yohanes merupakan warga Desa Besesmus, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka. Ia bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia sejak 2021.

Merantau untuk Bekerja di Kebun Sawit

Selama berada di Malaysia, Yohanes bekerja di kebun kelapa sawit. Ia menjalani kehidupan sebagai pekerja migran selama sekitar lima tahun.

Namun, perjalanan itu berhenti setelah sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi pada 9 September 2026.

Klementius Mau Bria, paman Yohanes, menyebut informasi yang diterima keluarga menyatakan Yohanes mengalami kecelakaan tunggal.

“Almarhum berangkat tahun 2021. Di sana kerja di kebun kelapa sawit. Infonya, meninggal karena kecelakaan tunggal, tabrak anjing,” kata Klementius.

Kematian Yohanes Tercatat di Perak

Berdasarkan Daftar Kematian Nomor 2259455 dari Hospital Kampar, Perak, Yohanes dinyatakan meninggal pada 9 September 2026 pukul 08.55 waktu setempat.

Dokumen tersebut mencatat penyebab kematian sebagai severe head injury secondary to road traffic collision. Artinya, Yohanes mengalami cedera kepala berat akibat kecelakaan lalu lintas.

KBRI Kuala Lumpur juga menerangkan bahwa otopsi telah dilakukan terhadap jenazah Yohanes berdasarkan informasi dari Hospital Kampar, Perak.

KBRI Catat Yohanes sebagai PMI Documented

Surat Bukti Pencatatan Kematian yang diterbitkan KBRI Kuala Lumpur mencatat Yohanes sebagai PMI *documented*.

Dokumen KBRI Kuala Lumpur Nomor 01586/SBPM-KL/0926/04 mencatat Yohanes berusia 25 tahun. Ia beragama Kristen, berjenis kelamin laki-laki, dan memiliki paspor nomor E0960561.

Dokumen tersebut juga mencatat alamat Yohanes di Indonesia. Alamat itu berada di Desa/Kelurahan Besesmus, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur.

Perjalanan Panjang Membawa Yohanes Pulang

Atas permintaan Wong Chee Khoon selaku wakil majikan, jenazah Yohanes dipulangkan ke Indonesia. Keluarga kemudian akan memakamkannya di tanah kelahirannya.

Foto: Istimewa

Jenazah berangkat dari Kuala Lumpur menuju Jakarta pada 14 September 2026. Penerbangan AG 503 berangkat pukul 20.10 dan tiba pukul 21.40.

Keesokan harinya, jenazah melanjutkan perjalanan dari Jakarta menuju Kupang menggunakan Citilink QG 602.

Doa Mengiringi Perjalanan Terakhir

Sesampainya di Kupang, perjalanan Yohanes belum langsung berakhir. Sebelum menuju Kabupaten Malaka, doa terlebih dahulu dipanjatkan untuk mengiringi jenazah.

Baca juga: Tiga Terdakwa Korupsi Garam Sabu Raijua Divonis 2 hingga 3 Tahun

Suster Laurentina, SDP, dari Yayasan Penyelenggaraan Ilahi memimpin doa berdasarkan iman Katolik. Ia juga menyampaikan ucapan turut berdukacita kepada keluarga yang ditinggalkan.

Momen tersebut menjadi bagian dari proses pemulangan Yohanes menuju rumah duka di Kabupaten Malaka.

BP3MI NTT Antar Jenazah ke Rumah Duka

Setelah proses di Terminal Kargo Bandara El Tari selesai, Tim BP3MI NTT memberikan pendampingan kepada keluarga.

“Tim BP3MI NTT memberikan pelayanan pembebasan biaya gudang kargo dan mengantar jenazah langsung ke rumah duka menggunakan ambulans BP3MI NTT,” ujar Steven Gunawan, perwakilan Tim BP3MI NTT.

Dengan ambulans BP3MI NTT, jenazah Yohanes kemudian dipersiapkan untuk melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Malaka.

Perjalanan Pulang yang Tak Lagi Sama

Yohanes meninggalkan Indonesia pada 2021 untuk bekerja di Malaysia. Lima tahun kemudian, ia kembali ke tanah kelahirannya dalam perjalanan yang tidak pernah diharapkan keluarganya.

Kini, keluarga menanti kepulangan Yohanes di rumah duka. Setelah perjalanan panjang dari Malaysia, tubuhnya akhirnya kembali ke tanah asalnya untuk dimakamkan. (*/Vip-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *