Puluhan Siswa SD Kabukalaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Foto: Ist. (Olahgrafis: Diego Tristan-BF)
Puluhan siswa SD Kabukalaran, Desa Lakulo, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, NTT, diduga mengalami keracunan. Keluhan muncul setelah mereka menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis siang, 10 September 2026.

BEBER FAKTA— Para siswa mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Keluhan itu antara lain mual, muntah, dan sakit pada bagian perut.

🏥 Siswa Dibawa ke Fasilitas Kesehatan

Informasi yang dihimpun menyebutkan, siswa yang mengalami keluhan berasal dari kelas I hingga kelas VI.

Orang tua kemudian membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.

Baca Juga: Haornas ke-43, Kodim 1605/Belu Serukan Gerakan Indonesia Aktif dan Bugar

Pantauan di RSUPP Betun pada Kamis siang menunjukkan tiga siswa telah dirujuk. Mereka mendapat penanganan medis lebih lanjut di rumah sakit tersebut.

Sementara itu, puluhan siswa lainnya masih menjalani perawatan di Puskesmas Weliman.

🤢 Keluhan Muncul Setelah Makan

Salah satu orang tua siswa mengaku anaknya mengalami mual hingga muntah setelah menyantap makanan.

Foto: Dejan Seran-BF

Orang tua tersebut kemudian membawa anaknya ke Puskesmas Weliman. Anak itu menjalani pemeriksaan dan mendapat perawatan dari tenaga kesehatan.

Hingga berita ini diterbitkan, tenaga kesehatan masih menangani para siswa di Puskesmas Weliman dan RSUPP Betun.

🔎 Penyebab Masih Belum Dipastikan

Penyebab munculnya keluhan kesehatan pada para siswa belum dapat dipastikan.

Dugaan keterkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi para siswa masih membutuhkan pembuktian. Pemeriksaan medis dan penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

📌 Penelusuran Diharapkan Segera Dilakukan

Pihak terkait diharapkan segera memeriksa kondisi para siswa. Penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi juga diperlukan untuk mengetahui penyebab kejadian secara jelas.

Media ini masih memantau perkembangan kondisi para siswa. Keterangan resmi dari pihak-pihak terkait juga masih ditunggu.(Die-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *