Universitas Nusa Cendana (Undana) meluluskan wisudawan periode III tahun 2026 dalam Wisuda Sesi II sekaligus Puncak Dies Natalis ke-64 di Grha Cendana Undana, Kupang, Selasa (1/9/2026). Dalam momen tersebut, Undana menegaskan komitmen transformasi menuju World Class, Locally Relevant University serta penerapan tata kelola kampus yang bersih.
BEBER FAKTA— Prosesi akademik yang dipimpin Ketua Senat Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D. ini turut dihadiri Bupati Kupang Yosef Lede, S.H. Acara ini merangkaikan wisuda program Doktor, Magister, Profesi, dan Sarjana.
Momen Dies Natalis dan Solider Gempa Flores
Di awal pidato akademiknya, Rektor Undana Prof. Jefri Bale mengajak hadirin berdoa untuk korban bencana gempa bumi di Pulau Flores. Keprihatinan ini melandasi semangat perbaikan kualitas pendidikan perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia.
“Saya mengajak untuk kita mengawali pidato ini dengan membacakan doa terbaik dalam hati kita masing-masing bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana gempa bumi di Pulau Flores,” ujar Prof. Jefri Bale.
Strategi Bertaraf Internasional dan Integritas Kampus
Rektor menegaskan fokus kampus pada percepatan kualitas SDM, program insentif publikasi, pembiayaan studi lanjut, dan akselerasi jumlah guru besar. Langkah strategis ini ditempuh guna mewujudkan visi kampus berkelas dunia.
Selain peningkatan mutu lulusan, Undana memperketat aturan internal dengan menerapkan prinsip zero tolerance terhadap kekerasan. Kampus juga memberlakukan kawasan bebas rokok, narkoba, dan alkohol, serta mendorong penggunaan bahasa Inggris.
Baca Juga: Undana Kukuhkan 936 Lulusan Sesi I pada Puncak Dies Natalis Ke-64
Undana menekankan aturan zero gratifikasi akademik yang melarang pemberian bingkisan atau suap kepada dosen penguji. Sistem penerimaan mahasiswa baru dan pembiayaan perkuliahan juga dijamin transparan serta bebas dari pungutan liar.
“Penerimaan mahasiswa baru dan pembiayaan perkuliahan di Undana berjalan sepenuhnya sesuai dengan aturan yang berlaku, secara bersih, transparan dan bebas dari gratifikasi serta pungutan-pungutan di luar ketentuan resmi,” tegas Prof. Jefri Bale.
Rangkaian Acara dan Reformasi Tata Kelola
Upacara diwarnai dua orasi ilmiah oleh Dr.Sn. Yohanes K.N. Liliweri, S.Sn., M.Sn. dan Odi Th. E. Selan, S.Si., M.Sc., Ph.D. Hadir pula pertunjukan seni “Harum Nusantara: Sejak Sebutir Cendana Ditanam di Kupang 1962”.
Reformasi tata kelola ini memangkas risiko praktik maladministrasi dan ketimpangan mutu lulusan di kawasan timur Indonesia. Melalui standardisasi akademik berkelas dunia, Undana memastikan lulusannya memiliki daya saing global yang bersih dan teruji.(Red.03-BF)











