Gempa M 7 NTT: Warga Masih Terjebak di Reruntuhan

Foto: Istimewa
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengungkap masih ada warga terjebak di reruntuhan bangunan akibat gempa M 7 NTT. Tim gabungan segera melakukan pencarian dan pertolongan.

BEBER FAKTA—Informasi itu disampaikan Suharyanto setelah rapat koordinasi penanganan gempa. Ia menyebut pencarian korban menjadi prioritas awal tim gabungan.

🚨 Warga Terjebak Jadi Prioritas

Suharyanto mengatakan beberapa warga masih membutuhkan pertolongan. Mereka diduga terjebak di sejumlah bangunan yang terdampak gempa.

“Ada yang terjebak di beberapa bangunan, nah ini menjadi sasaran awal dari tim penanganan bencana, tim gabungan,” kata Suharyanto.

Tim gabungan akan segera mencari dan mengevakuasi warga yang terdampak. Tim tersebut melibatkan Basarnas, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya.

🔎 Tim Gabungan Segera Bergerak

Kepala Basarnas bersama unsur TNI dan Polri menyiapkan tim pencarian dan pertolongan. Tim akan menyasar lokasi warga yang masih membutuhkan bantuan.

“Tadi dari Bapak Kepala Basarnas, unsur TNI-Polri juga timnya segera akan melakukan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak tersebut,” ujarnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan darurat setelah gempa mengguncang NTT. Pemerintah bersama unsur terkait juga menyiapkan pusat koordinasi penanganan bencana.

🏢 Posko Penanggulangan Bencana Diaktifkan

BNPB, pemerintah daerah, dan unsur terkait sepakat segera mengaktifkan Posko Penanggulangan Bencana. Posko tersebut akan menjadi pusat koordinasi untuk berbagai kebutuhan penanganan pascagempa.

“Dalam rapat koordinasi tadi, kami sudah sepakat untuk segera mengaktifkan Posko Penanggulangan Bencana,” tutur Suharyanto.

Ia mengatakan seluruh kebutuhan terkait penanggulangan bencana akan dikoordinasikan melalui posko tersebut.

📊 BNPB Catat 38 Orang Meninggal

Sebelumnya, BNPB mencatat 38 orang meninggal dunia akibat gempa M 7 NTT. Data tersebut tercatat hingga pukul 15.00. Selain korban meninggal, BNPB mencatat dua orang mengalami luka berat. Sebanyak 11 orang lainnya mengalami luka ringan.

“Jadi korban terdampak yang pertama adalah korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 sore ini, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia,” kata Suharyanto.

BNPB juga mencatat sekitar 2.000 warga mengungsi secara mandiri.

“Kemudian dua jiwa luka berat, 11 luka ringan, kemudian kurang lebih ada 2.000 jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri,” sambungnya.

Penanganan kini berfokus pada pencarian warga yang masih terjebak, pertolongan korban, serta koordinasi kebutuhan pascagempa.(*/Red.01-BF)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *