Kerjasama Undana dan Bank NTT: Langkah Nyata Wujudkan Harapan Mahasiswa dan UMKM Local

Foto: Istimewa
Langkah kaki mahasiswa dan peluh para petani di Nusa Tenggara Timur kini menemukan titik terang baru. Sebuah sinergi hangat resmi terjalin antara Universitas Nusa Cendana dan Bank NTT demi masa depan yang lebih cerah.

BEBER FAKTA— Bertepatan dengan momen istimewa Hari Ulang Tahun ke-64 Bank NTT pada Jumat (17/7/2026), sebuah lembaran baru dicatat di Kantor Pusat Bank NTT, Kota Kupang. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pemanfaatan layanan perbankan terpadu ini menjadi sinyal kembalinya pengelolaan transaksi keuangan Undana ke bank kebanggaan daerah. Namun, kesepakatan ini jauh melampaui angka-angka di atas kertas finansial. Ini adalah kisah tentang impian anak muda dan harapan rakyat kecil yang saling bertautan.

Selama ini, akses pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta tata kelola keuangan kampus memerlukan sistem yang solid dan mudah dijangkau. Di sisi lain, potensi besar sains dan riset di ruang kuliah sering kali terisolasi tanpa menyentuh tanah perkebunan atau pesisir pantai. Melalui kolaborasi ini, pengelolaan transaksi Undana, penempatan dana universitas, hingga berbagai produk perbankan kini dioptimalkan secara menyatu bersama Bank NTT.

Membuka Pintu bagi Generasi Muda

Implementasi teknis kesepakatan strategis ini akan langsung dijalankan oleh Bank NTT Kantor Cabang Oelamasi. Tak sekadar mengurus keuangan, Bank NTT menyiapkan karpet merah bagi masa depan mahasiswa Undana. Program magang, beasiswa bagi mahasiswa berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi, hingga peluang rekrutmen khusus untuk lulusan terbaik siap digulirkan. Jika kebutuhan terus meningkat, kantor layanan fungsional bahkan siap didirikan langsung di area Kampus Undana demi memudahkan seluruh aktivitas akademika.

Sinergi ini menegaskan komitmen bahwa perbankan harus hadir membawa dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Pembayaran uang kuliah dan layanan keuangan lainnya akan disalurkan melalui Bank NTT. Kami berterima kasih karena Undana kembali memberikan kepercayaan kepada Bank NTT untuk melayani kebutuhan transaksi perbankannya. Kami ingin pembiayaan kepada UMKM tidak hanya berupa permodalan, tetapi juga disertai pendampingan dan pelatihan agar usaha mereka berkembang secara berkelanjutan,” ujar Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, pada Jumat (17/7/2026).

Di sisi lain, pimpinan kampus menekankan pentingnya peran perguruan tinggi yang turun langsung menjawab persoalan riil di tengah warga.

“Layanan yang kami kerja samakan meliputi pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa, penempatan dana, serta berbagai layanan perbankan lainnya. Perguruan tinggi tidak boleh hanya menghasilkan ijazah, tetapi harus mampu menghadirkan solusi. Di sinilah ilmu pengetahuan harus bekerja. Teknologi, inovasi, riset, hingga kreativitas anak-anak muda kampus harus keluar dari ruang kuliah dan hadir di kebun, di tambak, di pesisir, hingga di sentra-sentra UMKM,” tegas Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng.

🌾 Sentuhan Sains untuk Petani dan UMKM

Kesepakatan ini juga merangkul para petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM binaan Bank NTT dalam skema pembangunan “tanam, panen, olah, kemas, dan jual”. Riset, teknologi, dan inovasi dari para dosen serta mahasiswa Undana bakal langsung diboyong ke sentra produksi warga. Pendampingan difokuskan pada tahap pengolahan dan pengemasan agar produk lokal memiliki daya saing tinggi dan nilai jual melambung di pasar modern.

💡 Memutus Rantai Kendala Ekonomi Daerah

Selama ini, penyaluran modal usaha tanpa pengawalan teknologi membuat produk lokal sering gagal menembus rantai pasar yang lebih luas. Integrasi permodalan perbankan dan transfer teknologi terapan ini resmi memutus mata rantai hambatan tersebut. Kini, para nasabah binaan mendapatkan jaminan kepastian pendampingan usaha yang berkelanjutan. Sementara itu, mahasiswa mengantongi kepastian akses pendidikan dan peluang kerja di industri keuangan daerah.

Sinergi ini membuktikan bahwa ketika ilmu pengetahuan di perguruan tinggi dan permodal perbankan daerah bergandengan tangan, harapan baru selalu terpancar. Ini bukan lagi soal transaksi keuangan belaka. Ini adalah komitmen bersama untuk mencetak SDM unggul sekaligus menggerakkan kedaulatan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Timur.(*Sumber: Humas Undana-Ref/Red.01-BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *