Karhutla Banten memasuki kategori potensi tinggi. Gubernur Banten Andra Soni meminta seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
BEBER FAKTA— Gubernur Banten Andra Soni bersama Kapolda Banten Irjen Hengki memimpin Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Karhutla di Mapolda Banten, Kota Serang, Senin (3/8/2026). Apel diikuti personel gabungan dari pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait.
🔥 BMKG Peringatkan Potensi Karhutla
Andra mengatakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kemarau panjang di Provinsi Banten. Kondisi cuaca yang semakin kering dinilai meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
“Selain itu, BMKG juga telah mempublikasikan peringatan dini potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Banten,” kata Andra.
🌿 Banten Berstatus Zona Merah
Menurut Andra, hasil pemantauan sejumlah indikator cuaca dan tingkat kekeringan vegetasi menunjukkan sebagian wilayah Banten berada pada zona merah karhutla.
“Berdasarkan hasil pemantauan terhadap sejumlah indikator cuaca dan tingkat kekeringan bahan bakar vegetasi, sebagian wilayah Banten berada pada zona merah atau kategori potensi tinggi terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati TTU Bantah Tuduhan Pemerasan, Tempuh Jalur Hukum
Ia menegaskan kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena meningkatkan kerawanan kebakaran, terutama di wilayah dengan tingkat kekeringan vegetasi dan lahan yang tinggi.
🤝 Pencegahan Jadi Prioritas
Andra mengajak seluruh pihak mengutamakan langkah pencegahan dan mitigasi secara kolaboratif. Langkah itu diharapkan mampu mendeteksi potensi kebakaran lebih awal sehingga dampaknya dapat ditekan.
“Dengan mengedepankan langkah pencegahan dan mitigasi secara kolaboratif, kita berharap potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani sejak dini, sehingga dapat mencegah serta meminimalkan dampak terhadap masyarakat, lingkungan, kesehatan, dan aktivitas perekonomian,” katanya.
Apel kesiapsiagaan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau di Provinsi Banten.(*/Red.03-BF)











