Sekitar 40 anak pemulung dan anak jalanan akan mengunjungi Istana Negara dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 pada 30 Juli 2026. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) berharap kegiatan itu memberi pengalaman berharga sekaligus mengenalkan simbol negara kepada mereka.
BEBER FAKTA — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengatakan kunjungan tersebut menjadi salah satu agenda utama Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Anak-anak yang ikut berasal dari kelompok yang membutuhkan perlindungan khusus, termasuk anak pemulung dan anak jalanan.
🏛️ Anak Jalanan Dijadwalkan Berkunjung ke Istana
Arifah menyampaikan sekitar 40 anak akan diajak berkeliling Istana Negara pada 30 Juli 2026. Mereka juga berpeluang bertemu Presiden apabila agenda memungkinkan.
“Jadi kita akan ajak anak-anak ini datang ke Istana untuk bersapa, mudah-mudahan bisa bertemu dengan Bapak Presiden,” kata Arifah dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).
Menurut Arifah, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi pengalaman berharga. Kegiatan itu juga memperkenalkan Istana Negara sebagai simbol negara yang selama ini mungkin hanya mereka lihat dari kejauhan.
🎡 Dufan Jadi Agenda Awal Peringatan HAN
Sebelum berkunjung ke Istana Negara, Kementerian PPPA lebih dulu mengajak anak-anak berwisata ke Dunia Fantasi (Dufan) pada 25 Juli 2026.
Peserta kegiatan terdiri atas anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus. Selain itu, Kementerian PPPA juga mengajak anak-anak dari keluarga pegawai pendukung, termasuk office boy (OB).
“Tanggal 25 kami juga akan mengajak anak-anak ke Dufan, anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus dan anak-anak sebagian dari staf KPPPA. Dari OB yang punya anak kami ajak juga,” ujar Arifah.
❤️ Hari Anak Nasional Usung Tujuh Pesan Utama
Arifah menjelaskan rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026.
Tahun ini, HAN mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi Anak untuk Membangun Masa Depan Bangsa.”
Peringatan HAN 2026 membawa tujuh pesan utama, yaitu menghentikan perundungan, membangun persahabatan tanpa kekerasan, menjaga kesehatan mental anak, mencegah perkawinan anak, menciptakan sekolah yang aman dan menyenangkan, meningkatkan literasi digital, serta menjauhkan anak dari penyalahgunaan NAPZA.
🛡️ Pemerintah Perkuat Perlindungan Anak
Arifah mengatakan pemerintah terus memperkuat perlindungan anak melalui Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) yang diperluas lewat Gerakan Bersama Lindungi Anak (BERLIAN).
“Hal ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita dan Program Prioritas Nasional,” kata Arifah.
Melalui gerakan tersebut, pemerintah mendorong rumah, sekolah, lingkungan bermain, hingga ruang digital menjadi tempat yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak.(*/Red.01-BF)











